Home » Ekonomi » Simak Ilustrasi Agio Saham untuk Memahami Pengertiannya

Simak Ilustrasi Agio Saham untuk Memahami Pengertiannya

AGIO SAHAM – Dalam dunia saham, terdapat banyak istilah yang mesti diketahui sebelum benar-benar terjun ke dalamnya.

Terkadang, meski telah berusaha untuk memahaminya, masih ada saja istilah yang terdengar asing. Seperti istilah mengenai agio saham yang tidak cukup familiar dan jarang didengar.

Masih bingung dengan istilah ini? Silakan simak pembahasan lengkap pada artikel di bawah ini!

Pengertian Agio Saham

Agio saham adalah selisih nilai dari harga jual saham dengan harga nominalnya. Yang mana nilai ini akan menjadi kekayaan bersih dari perusahaan yang menjual saham.

Sehingga, bisa dikatakan dengan sederhana bahwa agio saham adalah selisih setoran saham bagi pemegang saham terhadap nilai pari.

Mata uang tertentu dianggap mempunyai nilai yang lebih tinggi pada beberapa kondisi semisal di bandara.

Hal ini dikarenakan bandara adalah tempat berpindah sehingga rate-nya juga menjadi lebih tinggi ketimbang pada bank.

Pada masa terdahulu, agio juga menunjukkan selisih dari tukar menukar uang logam emas dengan uang kertas pada harga nominal dan valuta yang sama.

Agio juga dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi saat ada penyusutan nilai mata uang logam.

Dalam dunia keuangan, agio memiliki beberapa pengertian, diantaranya:

  1. Selisih lebih dari setoran modal oleh bank ketika terdapat penerbitan saham dikarenakan harga pasar saham yang lebih tinggi ketimbang nilai nominalnya.
  2. Selisih lebih dari nilai sebenarnya dengan nilai tukar maupun nilai nominal. Untuk instrumen efek dan mata uang asing. Pun, istilah ini digunakan untuk menyebutkan penyusutan nilai mata uang logam dikarenakan aus.
  3. Selisih antara pertukaran uang logam perak dan emas dengan uang kertas pada valuta serta nilai nominal yang sama. Biasanya, istilah agio digunakan dalam perbankan di wilayah Eropa.

Sebagai contoh, saat setiap lembar saham perusahaan dijual seharga 10 ribu rupiah, sedangkan nilai nominal atau nilai parinya adalah 7 ribu rupiah setiap lembar, maka Agio sahamnya adalah senilai 3 ribu rupiah setiap lembar.

Biasanya, nilai agio muncul di laporan keuangan perusahaan.

Mengulik tentang istilah agio, maka tidak terlepas dari kebalikannya yaitu disagio.

Yang mana pengertian dari disagio merupakan selisih kurang yang berasal dari setoran pemegang saham bernilai di bawah nominal bagi jenis saham yang dikeluarkan.

Disagio juga diartikan menjadi agio negatif. Di kondisi ini, maka perusahaan akan berisiko mengalami kerugian jika melakukan ekspansi.

Solusi yang bisa dilakukan jika terjadi disagio adalah menjual saham dengan selisih harga di bawah harga setoran pemegang saham.

Akun agio dimasukkan pada posisi neraca perusahaan di bagian modal.

Sedangkan neraca merupakan laporan keuangan yang didapatkan dari kalkulasi sistem akuntansi sehingga nilai agionya bisa diketahui melalui perhitungan akuntansi (accounting cycle).

BACA JUGA : 4 Cara Membaca Grafik Saham dengan Benar

Jenis Agio Saham

Agio terdiri atas dua jenis, diantaranya:

1. Agio saham biasa yaitu kekayaan bersih suatu perusahaan yang didapatkan dari penilaian atau penjualan saham di atas suatu nilai nominal.

Contohnya, harga jual saham pada angka 5 ribu rupiah per lembar dengan nilai nominal seribu rupiah per lembar.

Berdasar pada informasi yang telah disampaikan, agio saham yang tercatat adalah sebesar 4 ribu rupiah per lembar.

2. Agio Treasury yakni saham sendiri yang telah dibeli dan juga disimpan atas nama perseroan dan tidak dihentikan peredarannya secara formal sekalipun.

Sebagai contoh, perusahaan menarik saham pada angka 40 ribu dari peredaran dan dihargai 8 ribu rupiah setiap lembarnya.

Lalu, merekam angka debit dan kredit yang mencerminkan transaksi penarikan saham pada posisi keuangan.

BACA JUGA : 5 Tempat Jual Beli Saham dan Obligasi Online Terpercaya Terdaftar OJK

Ilustrasi Agio Saham

Agio memang cukup sering dibahas terutama jika ada kaitannya dengan emiten yang belum lama listing pada BEI (Bursa Efek Indonesia).

Namun, bagi investor, istilah ini tidak cukup populer. Sebab, tidak ada kaitan secara langsung dengan kepentingan dari investor.

Nilainya sendiri ada kaitan erat dengan kesepakatan dari para pendiri perusahaan.

Untuk lebih mudah memahami tentang agio, Anda bisa menyimak ilustrasinya yang akan diulas di bawah ini.

Nah, berikut merupakan ilustrasi agio saham sejak perusahaan berdiri sampai tahap ekspansi atau penawaran umum perdana.

Awal Pembentukan Perusahaan

Terdapat lima orang yang akan membangun perusahaan dengan rencana modal sebesar 100 miliar rupiah.

Lalu, modal yang disetor oleh masing-masing orang adalah senilai 5 miliar. Sehingga, jika diakumulasikan sudah terkumpul 25 miliar rupiah.

Kemudian, saham pun diberi nominal sebesar seribu rupiah untuk satu lembarnya.

Pun, dapat dengan  nominal lain dengan besaran 2 ribu, 5 ribu, dan 10 ribu.

Sesuai dengan kesepakatan, lima orang ini mempunyai 5 juta lembar saham. Sesudahnya, dibuat akta notaris bagi perusahaan ini.

Pada awal dijalankannya perusahaan, didapatkan tabel mengenai struktur modal serta persentase kepemilikan saham yang beredar.

Berikut adalah tabelnya:

Pemegang Saham

ABCDE
Modal yang disetor5.0005.0005.0005.0005.000
Nominal per lembar saham1.0001.0001.0001.0001.000
Jumlah lembar saham oleh pemilik55555
Persentase dari kepemilikan20%20%20%20%20%
Total modal disetor25.000.000.000
Total saham yang beredar25.000.000

Lalu, modal yang dicadangkan dapat dilihat pada tabel ini:

Modal yang belum disetor75.000.000.000
Nominal lembar saham1.000
Saham belum dikeluarkan75.000.000

Pada neraca di bagian ekuitas akan muncul tabel berikut ini:

Modal25.000.000.000
Laba yang ditahan0
Agio saham0
Total Ekuitas25.000.000.000

Operasional Perusahaan Selama 3 Tahun

Sesudah perusahaan beroperasi dalam jangka waktu 3 tahun, maka perusahaan sudah berkembang dan sudah membukukan besarnya keuntungan bersih yakni 35 miliar.

Lalu, dari keuntungan pemegang saham yang belum dibagikan, akan masuk pada neraca. Nah, bagian ekuitas ini akan tercatat sebagai berikut:

Modal25.000.000.000
Laba yang ditahan35.000.000.000
Agio saham0
Total Ekuitas60.000.000.000

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa peningkatan ekuitas perusahaan adalah sebesar 60 miliar rupiah.

Ekspansi

Setelah bisnis berjalan dengan pesat, maka dilakukan ekspansi usaha. Tujuannya agar perusahaan semakin besar.

Sehingga, perusahaan butuh dana baru sebesar 300 miliar. Lalu, pemegang saham lama sepakat untuk melepas sisa saham yang telah di portepel sejumlah 75 juta lembar.

Jika menilik tingkat keuntungan perusahaan, maka pemegang saham sepakat bahwa sisa saham yang telah ada di portepel dijual setiap lembar.

Angka sahamnya mencapai 5 ribu rupiah.

Semisal, ketika dilepaskan, sisa saham melalui mekanisme IPO terserap di pasar, maka perusahaan tersebut akan memperoleh dana penjualan dari sisa saham sekitar 75 juta lembar.

Lalu, total keseluruhannya adalah 375 miliar rupiah.

Jika kembali ke awal, maka nilai nominal saham setiap lembarnya adalah seribu dan terjual 5 ribu lembar, maka ada selisih 4 ribu.

Selisih inilah yang menjadi agio saham.

Demikian pembahasan mengenai agio saham, semoga bisa menambah pengetahuan tentang seluk beluk dunia saham.

Meskipun tidak memiliki pengaruh terhadap investor secara langsung, tetapi penting untuk memahami terkait hal ini.

Tinggalkan komentar