Home » Saham » 4 Contoh Analisa Fundamental Saham

4 Contoh Analisa Fundamental Saham

Analisa Fundamental Saham – TAUKAN | Seperti yang Anda ketahui, pandemi covid-19 di tahun 2020 telah membuat banyak orang meninggalkan jenis investasi saham. Hal ini dikarenakan harga saham yang terus menerus turun.

Padahal, menurut banyak ahli, saham masih menjadi instrumen investasi yang terbaik meski harganya turun drastis.

Pasalnya, masih ada solusi yang dapat dilakukan yakni dengan analisa fundamental saham.

Dengan melakukan analisa fundamental saham, maka Anda pun masih bisa meraup keuntungan dalam berinvestasi.

Nah, jika Anda belum mengetahui mengenai hal ini, simak terlebih dahulu penjelasannya di bawah ini!

Apa yang Dimaksud dengan Fundamental Analisis?

Analisa fundamental saham merupakan salah satu cara investasi pada pasar modal yang bisa mendatangkan keuntungan. Pun, caranya aman sehingga Anda bisa memeroleh jaminan hidup terbaik.

Analisis fundamental sendiri dilakukan dengan mempelajari serta menganalisis kondisi perusahaan baik dalam hal operasional, keuangan, serta bisnis dan prospek masa depan.

Analisis ini biasanya dilakukan dengan cara meninjau laporan keuangan dan rasio keuangannya.

Setelah itu, investor pun bisa menggunakannya untuk memutuskan akan membeli saham tersebut atau tidak.

Biasanya, ada investor yang membeli saham hanya dengan menilik kondisi perusahaannya saja. Padahal, ada langkah-langkah tersendiri yang perlu dilakukan.

Seperti dengan melihat keadaan ekonomi makro dan juga kondisi industri yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.

Hal-hal ini lah yang paling berpengaruh terhadap pergerakan harga saham perusahaan.

Dalam analisa fundamental saham, pendekatan yang kerap dipakai adalah Top Down Approach, berikut pemaparannya!

BACA JUGA : 5 Tempat Jual Beli Saham dan Obligasi Online Terpercaya Terdaftar OJK

  1. Kondisi Makro Perusahaan

Kondisi makro perusahaan dipengaruhi kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah. Seperti halnya kebijakan suku bunga.

Apabila suku bunga meninggi, investor pun akan meletakkan uangnya pada bank. Laju pertumbuhan bisnis perusahaan pun akan terhambat.

Berbanding terbalik dengan fakta tersebut, apabila suku bunga rendah, saham pun akan dipilih investor serta perusahaan untuk melakukan bisnis.

Pertumbuhan ekonomi juga memberikan sumbangsih pergerakan harga saham. Dimana ekonomi yang lesu akan membuat kinerja dari perusahaan tersebut akan menurun dan harga sahamnya juga demikian.

  1. Sektor serta Industri

Pengaruh kondisi perusahaan juga sangat tinggi bagi naik turunnya harga saham. Seperti pada harga komoditas pada sektor pertambangan yang meroket karena naiknya harga minyak dunia pada tahun 2007.

Sehingga, harga saham tambang batu bara serta minyak juga menanjak. Namun, di tahun 2005 lalu, harga minyak turun ke titik yang paling rendah sehingga harga saham tambang juga menurun.

  1. Fundamental Perusahaan

Jika perusahaan mempunyai manajemen yang baik, serta kondisi keuangannya stabil dan manajemennya dikelola orang-orang yang kompeten, maka analisis fundamentalnya juga baik.

Perbedaan Analisa Fundamental dan Teknikal Saham

Selain menggunakan analisa fundamental, investor juga bisa mengenali saham dengan cara teknikal saham.

Keduanya mempunyai beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Mari membahas bersama pada ulasan di bawah ini!

  1. Analisa Fundamental didasarkan pada kondisi perusahaan, ekonomi, serta industri terkait. Umumnya, analisa fundamental juga memakai indikator perusahaan yang ada pada laporan keuangan perusahaan seperti halnya ROE (return to equality), price to earning ratio (P/E), dan sebagainya. Biasanya, analisa fundamental dipakai oleh para investor jangka panjang. Tujuannya untuk menyaring saham terbaik dan paling menguntungkan.
  2. Sedangkan analisa teknikal merupakan analisa yang didasarkan data tentang harga historis pada pasar saham. Penerapan analisa teknikal ini diprediksi untuk menjual atau membeli saham dengan melihat grafis historis saham tersebut. Biasanya, analisa teknikal saham ini dilakukan oleh trader untuk investasi jangka pendek (harian).

Tidak bisa disebut bahwa analisa fundamental lebih baik dari teknikal saham. Sebab, setiap analisa mempunyai risiko dan keuangan masing-masing.

Dimana setiap investor juga sudah mempunyai metode tersendiri untuk menentukan saham yang akan dibeli.

Singkatnya, analisa teknikal dapat dipakai pada investasi jangka pendek. Sedangkan analisa fundamental lebih cocok untuk investor yang percaya diri terhadap bisnis tersebut.

Tak jarang pula ada investor yang menggabungkan dua jenis analisa ini untuk bertransaksi. Pastinya, pemilihan analisa bisa disesuaikan dengan gaya investasi Anda.

BACA JUGA : 13 Perusahaan Sekuritas Terbaik 2021 di Indonesia Terdaftar OJK untuk Pemula

Aplikasi Analisa Fundamental Saham

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, salah satu elemen penting saat melakukan trading saham adalah analisa fundamental.

Sehingga, dapat diketahui kapan bisa menjual dan membeli saham tertentu. Akhirnya, keuntungan pun tidak bisa terelakkan.

Nah, saat ini, ada cara yang memudahkan Anda melakukan analisa fundamental saham, yakni dengan aplikasi di Android Anda.

Sehingga, Anda tidak perlu lagi menatap layar monitor untuk melakukan analisa fundamental. Pun, aktivitas penting ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Lantas, apa saja kah aplikasi analisa fundamental saham yang bisa Anda gunakan?

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

  1. Data Saham Indonesia

Aplikasi pertama yang bisa Anda coba yakni Data Saham Indonesia. Dimana aplikasi ini memiliki tampilan antar muka yang ideal.

Sehingga, akan membantu Anda mengetahui pergerakan saham secara lebih terperinci.

Lebih untungnya lagi, Anda dapat memakai aplikasi tanpa biaya alias free serta bisa bertransaksi saham secara virtual.

Adapun fitur penting yang ada pada aplikasi Data Saham Indonesia adalah adanya data akumulasi dari top broker.

Selain itu, dilengkapi juga dengan indikator teknikal. Ada pula fitur real time semua harga saham dan juga perhitungan fee broker sekaligus untuk ruginya.

Serta yang paling penting adalah fitur data fundamental saham yang ditampilkan real time.

  1. Olymptrade

Aplikasi yang selanjutnya adalah Olymptrade. Mungkin, Anda tidak asing lagi dengan aplikasi analisa fundamental saham yang satu ini karena iklan di media sosial.

Nah, pada dasarnya, aplikasi ini bisa digunakan untuk bertransaksi saham yang sifatnya global.

Kelebihan dari Olyptrade adalah kemudahan deposit serta withdraw sehingga cocok untuk trader pemula sekalipun.

Fitur uang virtual pada aplikasi ini juga akan memudahkan Anda melakukan latihan.

Selain itu, ada juga fitur berupa metode withdraw dan deposit yang didukung oleh bank lokal, data real time saham dari seluruh dunia, serta informasi dan berita penting mengenai saham.

Fitur-fitur ini akan membantu Anda untuk melakukan transaksi jual beli saham secara lebih mudah.

  1. TradingView

Bagi investor saham profesional ataupun pemula, bisa menggunakan aplikasi analisa fundamental saham TradingView.

Sejatinya, aplikasi ini memiliki kemiripan dengan aplikasi lain. Dimana fungsi utamanya adalah melakukan analisis pergerakan saham.

Selain itu, ada juga fitur analisis data teknikal untuk memperkirakan harga saham di masa depan.

Fitur lainnya meliputi data chart saham real time, akun bisa disinkronisasi secara mudah, serta data cryptocurrency dari seluruh dunia.

  1. Stockbit – Stock Investing for Millenials

Aplikasi ini sangat populer di kalangan trader. Salah satu keunggulannya adalah Anda bisa mengamati pergerakan harga saham yang terdaftar pada BEI (Bursa Efek Indonesia).

Aplikasi analisa fundamental saham yang satu ini bisa digunakan juga untuk bertransaksi saham sesuai dengan syarat dan ketentuan khusus.

Anda juga bisa mendapatkan tutorial sampai forum online agar lebih mudah belajar. Sehingga, Anda pun bisa lebih siap melakukan transaksi yang sesungguhnya.

Fitur lain dari aplikasi Stockbit ini meliputi transaksi jual beli saham (bekerja sama dengan Sinarmas sekuritas), tutorial saham, daftar harga saham real time, dan sebagainya.

  1. Emiten.com

Merupakan sebuah platform yang menghubungkan antara investor dan sekuritas ataupun perusahaan publik yang sangat membantu investor di pasar modal.

Anda bisa mengakses aplikasi ini melalui Google Playstore. Namun, untuk menggunakannya, Anda harus membayar biaya langganan sebesar Rp 199.000,- untuk 12 bulan.

Tak hanya merupakan aplikasi fundamental saham terbaik saja, Emiten.com juga menghadirkan teknikal saham.

Namun, aplikasi ini tidak menyediakan fitur transaksi investasi apapun. Penggunaannya pun cukup mudah karena tools yang sederhana.

Salah satu fitur terbaik dari emiten.com adalah kumpulan insight dari analis tanpa adanya bias untuk melakukan jual beli hold.

  1. RTI Business

Salah satu aplikasi fundamental saham yang merupakan rekomendasi dari profesional adalah RTI Business.

Di aplikasi ini, Anda dapat melakukan berbagai hal seperti uji coba jual-beli saham menggunakan skema uang virtual.

Banyak investor pemula yang menggunakan aplikasi ini untuk berlatih.

Pasalnya, ada fitur-fitur yang mendukung seperti data fundamental yang didapatkan secara real-time, tampilan yang proporsional mengenai data saham BEI, indikator teknikal, serta fitur berita Indonesia mengenai perkembangan saham.

  1. MSN Money – Stock Quotes & News

Aplikasi ini menyediakan informasi yang penting mengenai saham sebagai bahan analisa Anda. MSN Money ini merupakan besutan dari Microsoft dengan akses secara gratis.

Kelebihan lainnya adalah MSN menyediakan data informasi yang akurat.

Fitur di dalam MSN Money diantaranya personalisasi berita yang disesuaikan dengan kebutuhan, informasi keuangan serta bisnis dari seluruh penjuru dunia, tools finansial, dan real-time data pergerakan saham.

Data Analisa Fundamental Saham

Untuk mencari data analisa fundamental saham, Anda membutuhkan sumber data yang valid.

Beberapa diantaranya adalah Bloomberg, investing.com, website perusahaan, Bursa Efek Indonesia, Morningstar, dan sebagainya.

Jadi, melalui website tersebut, Anda pun akan memeroleh data kinerja keuangan seperti DER atau debt to equity ratio, ROE atau return on equity, EPS atau earning per share, dan sebagainya.

Pun, Anda akan lebih mudah dalam menganalisa valuasi saham laiknya PBV atau price book value maupun PER atau price earning ratio.

Anda bisa menggunakan salah satu yang dikira paling cocok. Beberapa diantaranya hanya bisa diakses dengan pembayaran sejumlah biaya tertentu.

Ada juga yang gratis tapi tidak lengkap. Nah, untuk mengetahui mana yang terbaik, silakan cari tahu pada ulasan singkatnya berikut ini!

  1. Melalui Website Investing

Untuk melihat data analisa fundamental saham, Anda bisa membuka investing.com. Selanjutnya, cari lah kode saham maupun nama perusahaan yang diinginkan.

Lalu, klik link “financials”, lanjut pilih “summary” >> income statement >> balance sheet >> cash flow >> ratios >> dividens >> dan earning.

Setelah itu, pilih lah periode “annual” atau “quarterly”. Setelah itu, data perusahaan pun akan muncul secara terperinci.

  1. Melalui Situs IDX

Untuk mencari data fundamental perusahaan, Anda juga bisa mengakses www.Idx.co.id.

Melalui website ini, Anda dapat mengunduh laporan keuangan secara tahunan dari perusahaan yang sudah melakukan go public.

Baik dalam kuartal 1, 2, 3, maupun 4. Serta bisa juga mengakses laporan auditnya.

Silakan langsung masuk saja ke situs Idx.co.id dan pilih lah menu “perusahaan tercatat”, lalu klik “laporan keuangan dan tahunan”.

Selanjutnya, pilih lah kode saham serta periode laporan keuangan yang diinginkan.

Selain itu, Anda juga dapat melihat ringkasan dari performa kinerja perusahaan. Caranya dengan menekan pilihan “data pasar”, lalu pilih “laporan statistik, dan “ringkasan performa perusahaan tercatat.

Setelah itu, tinggal download dan buka file yang tersaji dalam bentuk file PDF.

  1. RTI

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, RTI adalah salah satu aplikasi yang paling sering dipakai investor serta trader untuk melihat informasi kinerja dari perusahaan dan juga valuasi saham.

Di aplikasi ini, Anda bisa menyaksikan pertumbuhan fundamental dari suatu perusahaan dalam kurun waktu 4 sampai 5 tahun terakhir.

Mulai dari pertumbuhan laba bersih, pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan EPS dan sebagainya.

Selain itu, bisa juga mencari DER, PBV, ROE, Dividend Payout Ratio, NPM, ROA, dan sebagainya di bagian menu “key statistics”.

Tak jarang bagi para investor dalam menganalisa perusahaan menggunakan data dari RTI ini.

Jika Anda ingin melihat berita pada emiten tertentu, maka silakan masuk ke menu “News”.

Lalu, tinggal mengetikkan kode saham perusahaan yang dituju di aplikasi RTI dan pilih lah menu “new”.

Data fundamental saham di RTI sebetulnya lengkap serta selalu up date.

Anda pun tidak perlu lagi menghitung valuasi saham perusahaan satu per satu, melainkan tinggal dicari datanya di RTI ini.

  1. Melihat di Website Perusahaan

Tentunya Anda paham bahwa seluruh perusahaan yang listing pada BEI maka harus memiliki website perusahaan.

Sehingga, laporan keuangan perusahaan bisa di-publish pada website ini.

Seperti jika Anda ingin melihat laporan keuangan perusahaan Ultra Jaya Milk Industry Tbk atau ULTJ, maka tinggal masuk ke Google.

Kemudian, masuk ke search engine dan masukkan keyword “ultra jaya”. Setelah masuk ke ultrajaya.co.id lalu cari lah link investor relation.

Jika sudah, pilih lah annual report, ataupun financial report, dan juga audit report sesuai dengan kebutuhan.

Itulah beberapa cara mengakses data fundamental saham yang dapat dilakukan. Silakan pilih cara manapun yang menurut Anda terbaik.

Contoh Kasus Analisa Fundamental

Dari ulasan di atas, apakah Anda sudah benar-benar memahami tentang analisa fundamental saham?

Jika belum, maka, diharapkan contoh di bawah ini bisa menjadi gambaran nyata.

Nah, contoh fundamental analisis saham berikut ini antara bank BRI atau BBRI dan saham bank BCA atau BBCA.

Tentunya, analisis harus dilakukan menggunakan data laporan keuangan setiap perusahaan.

Berikut merupakan ringkasan laporan keuangan bank BRI dan BCA selama 6 tahun (2007 sampai 2012):

EPS (laba per lembar saham)

Contoh Kasus Analisa Fundamental 1
EPS (laba per lembar saham)

Pada 6 tahun tersebut, nilai rupiah dari BBRI terus mengalahkan BBCA. Begitu juga, dari segi peningkatan EPS-nya, BBRI selalu mengalahkan BBCA.

Penjualan

Contoh Kasus Analisa Fundamental 2
Penjualan

Pendapatan BBRI juga mengalahkan BBCA. Dimana pendapatannya selalu meningkat dan tidak pernah mengalami penurunan.

Sedangkan BBCA pernah mengalami penurunan pada 2010. Sehingga, pendapatan BBRI lebih tinggi dari BBCA.

Laba Operasi

Laba Operasi

Begitu juga laba operasinya, BBRI lebih tinggi dari BCA.

ROE (Return on Equity)

ROE (Return on Equity)
ROE (Return on Equity)

Dua bank tersebut mempunyai ROE yang sama-sama bagus serta bisa berhasil membukukan laba bersih di atas 20 persen.

Namun, BBRI masih lebih unggul ketimbang BBCA.

Jadi, dari analisa fundamental saham di atas, BBRI lebih unggul dari BRI. Demikian pembahasannya, semoga lebih mudah untuk dipahami.

Tinggalkan komentar