Home » Ekonomi » Apa Itu IFRS? Mari Ulik Seluk Beluk dan Sejarahnya

Apa Itu IFRS? Mari Ulik Seluk Beluk dan Sejarahnya

IFRS – Pengelolaan laporan keuangan pada perusahaan memiliki sebuah pedoman yang digunakan.

Pada taraf internasional, standar akuntansinya disebut dengan IFRS (International Accounting Standard).

IFRS sendiri merupakan bagian akuntansi internasional yang mengatur serta melaporkan informasi keuangan berdasar pada IASB yang berbasis di London.

Bagian dari akuntansi, saat ini dibutuhkan oleh sekitar 120-an negara. Sehingga, harus ada aturan yang sama untuk mengatur posisi keuangan perusahaan.

Sehingga, setiap perusahaan mudah membandingkan hasil keuangan yang dijalaninya.

Membahas mengani IFRS tentu menjadi hal yang sangat menarik dan harus dipahami oleh para akuntan.

Untuk itu, ulasan di bawah ini diharapkan dapat membantu!

Sejarah

IFRS memiliki sejarah yang cukup berliku dan panjang.

Di tahun 1982, IFAC (International Financial Accounting Standard) mendorong IASC yang mana saat itu menjadi standar akuntansi se-dunia.

Selain itu, pendesakan juga dilakukan oleh Federasi Akuntan Eropa di tahun 1989.

Berlanjut ke tahun 1995, negara yang ada di Uni Eropa menandatangani kesepakatan penggunaan IAS.

Lalu, di tahun selanjutnya, badan pengawas pasar modal AS yakni US-SEC berinisiatif mulai ikut GAS.

Di tahun 1998, anggota dari IFAC mencapai jumlah 140 badan yang tersebar di sejumlah 101 negara.

Hingga akhirnya, terjadi lah menteri keuangan dari negara yang tergabung di dalam G-7 serta Dana Moneter Internasional di tahun 1999.

Pada pertemuan tersebut terjadi kesepakatan penguatan struktur keuangan dunia dalam IAS.

Selanjutnya, pada tahun 2001, terbentuk lah IASB yang bertujuan melakukan konvergensi menuju GAS yang mempunyai kualitas berdasar pada prinsip laporan keuangan dengan standar tunggal yang transparan dan dapat dipertanggung jawabkan serta bisa bermanfaat untuk pasar modal.

Di tahun 2002, FASB serta IASB bersepakat melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP serta IFRS. Sehingga, saat ini kedua standar tersebut cukup kompatibel.

Meski saat ini, IFRS belum menjadi satu-satunya standar akuntansi dunia. Tetapi, IFRS telah dipakai oleh lebih dari 150 negara.

Meliputi negara-negara besar seperti China, Jepang, Kanada, serta 27 negara dari Uni Eropa.

85 negara sudah mewajibkan diri untuk membuat laporan berdasar pada IFRS untuk seluruh perusahaan yang tercatat dan perusahaan domestik.

Proses dan sejarah panjang dari IFRS ini menghasilkan tata cara perusahaan dalam menyusun laporan keuangan berdasar pada standar yang telah diterima secara global.

Apabila negara beralih pada iFRS, maka negara ini sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan secara global. Sehingga bisnis tersebut bisa lebih dimengerti pasar dunia.

Akan tetapi, beralih menuju ke IFRS tidak semudah mengganti angka pada laporan keuangan.

Namun, dapat juga mengubah pola pikir serta cara dari elemen-elemen yang ada di perusahaan tersebut.

Pengertian

Setelah mengetahui sejarahnya, Anda juga harus memahami pengertian IFRS.

Nah, IFRS sendiri adalah standar akuntansi internasional yang diterbitkan International Accounting Standard Board atau IASB.

Dimana IASB ini diselenggarakan oleh empat organisasi yang meliputi Federasi Akuntansi Internasional (IFAC), Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), serta Komisi Masyarakat Eropa (EC).

Berdasar ulasan di atas, maka, IFRS secara keseluruhan mencakup:

  1. International Financial Reporting Standard (IFRS) yang merupakan standar yang diterbitkan sesudah 2001.
  2. International Accounting Standard (IAS) yakni standar yang penerbitannya sebelum 2001.
  3. Interpretations yang penerbitannya sesudah tahun 2001 oleh IRIC (International Financial Reporting Interpretation Committee).
  4. Interpretation sebelum tahun 2001 oleh Standing Interpretations Committee atau SIC.

Tujuan

Tujuan diberlakukannya standar internasional akuntansi tersebut adalah agar dapat dipastikan mengenai laporan keuangan suatu perusahaan pada periode yang dimaksud di dalam laporan keuangan tahunan ini mengandung beberapa informasi yang mempunyai kualitas tinggi.

Serta mempunyai beberapa standar yang meliputi:

  1. Bisa menghasilkan biaya yang tidak melebihi manfaat bagi para penggunanya.
  2. Menyediakan titik awal yang cukup memadai bagi akuntansi berdasar pada IFRS.
  3. Transparan untuk pengguna serta bisa dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.

Keuntungan Memakai Standar Akuntansi IFRS

Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh suatu negara jika menggunakan standar IFRS.

Yakni bisa meningkatkan daya banding laporan keuangan serta memberi informasi keuangan dengan kualitas tinggi pada pasar modal internasional.

Manfaat lainnya adalah bisa menghilangkan hambatan arus modal internasional yakni dengan cara mengurangi adanya perbedaan di dalam penentuan pelaporan keuangan.

IFRS juga bisa mengurangi adanya biaya pelaporan keuangan perusahaan yang berjenis multinasional.

Pun, bisa mengurangi biaya analisis keuangan untuk analis keuangan yang ada di perusahaan.

IFRS juga bisa meningkatkan kualitas pelaporan keuangan perusahaan sehingga menjadi best practice.

Meskipun Indonesia perlu menyesuaikan lagi dengan standar IFRS, tetapi hal ini justru memudahkan pelaporan keuangan.

Penerapan IFRS di Indonesia

IFRS diterapkan sejak tahun 2012 di Indonesia. Sejak saat itu, pemerintah memberikan kewajiban untuk beberapa lembaga menggunakan IFRS sebagai standar akuntansinya.

Lembaga yang wajib menggunakannya adalah asuransi, perbankan, BUMN, serta perusahaan publik.

Diberikannya kewajiban ini dikarenakan lembaga yang telah disebutkan tadi mempunyai keterkaitan langsung dengan masyarakat.

Penggunaan IFRS ini bertujuan supaya perusahaan bisa memberi informasi yang relevan untuk pengguna saat membaca serta menganalisa laporan keuangan dari perusahaan tersebut.

Indonesia sendiri sebelumnya dalam hal standar pelaporan keuangan lebih berkiblat pada Belanda.

Namun, belakangan ini justru menggunakan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia).

PSAK ini awalnya merujuk dari Amerika Serikat. Namun, kemudian beralih ke IFRS di tahun 2012.

4 Hal Pokok yang Diatur

Secara umum, terdapat empat hal pokok yang diatur di dalam standar akuntansi. Hal-hal tersebut meliputi:

1. Definisi Elemen Laporan

Definisi dipakai dalam rangka menentukan mana saja transaksi yang perlu dicatat serta dikelompokkan dalam hutang, aktiva, biaya, serta pendapatan.

2. Pengukuran serta Penilaian

Pedoman tersebut dipakai sebagai penentu nilai suatu elemen laporan keuangan ketika terjadi transaksi keuangan atau ketika penyajian laporan keuangan sesuai dengan tanggal disusunnya neraca.

BACA JUGA : Neraca Lajur Perusahaan Dagang : Ulasan Lengkap + Contoh

3. Pengakuan

Pengakuan adalah kriteria yang dipakai untuk mengakui elemen laporan keuangan sampai elemen itu bisa disajikan ke dalam laporan keuangan.

4. Penyajian Laporan Keuangan

Komponen ini dipakai dalam rangka menentukan jenis informasi serta bagaimana cara informasi bisa disajikan serta diungkapkan di dalam laporna keuangan.

Susunan IFRS

Ada beberapa hal yang harus disajikan dalam penyusunannya :

  1. Penyajian laporan keuangan
  2. Pengakuan pendapatan
  3. Biaya gaji
  4. Biaya pinjaman
  5. Pajak
  6. Investasi
  7. Persediaan
  8. Aktiva Tetap
  9. Sewa
  10. Aktiva yang tidak berujud
  11. Pensiun
  12. Kurs valuta
  13. Penggabungan usaha
  14. Operasi segmen
  15. Kejadian sesudah tanggal pada neraca

Meskipun susunan bakunya adalah seperti poin di atas, tetapi untuk industri akuntansi seperti pada pertanian dan sumber daya mineral, terdapat beberapa kelompok kerja yang bisa mengurangi perbedaan dari GAAP serta kerangka kerja akuntansi IFRS.

Sehingga, harus terdapat perbedaan pada hasil yang dilaporkan bisnis apabila beralih diantara dua kerangka kerja.

Demikian pembahasan ini, semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan. Terimakasih.

Share on:

Tinggalkan komentar