Home » Ekonomi » Cara Menggunakan 5 Jenis Kalkulator Investasi dari Lembaga Terpercaya

Cara Menggunakan 5 Jenis Kalkulator Investasi dari Lembaga Terpercaya

KALKULATOR INVESTASI – Saat ini, ada banyak instrumen investasi yang dapat dipilih. Anda harus lebih cermat dalam menghitung potensi keuntungan investasi agar hasilnya lebih maksimal.

Terlebih, bagi Anda yang baru saja memulai di dunia investasi ini.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghitung potensi keuntungan investasi adalah dengan kalkulator investasi.

Penghitungan ini penting supaya dana yang dimiliki tidak tergerus oleh inflasi yang bisa saja mengikis nilai yang Anda investasikan.

Nah, mengenai kalkulator investasi, saat ini, berbagai lembaga finansial memiliki kalkulatornya sendiri-sendiri.

Kalkulator investasi ini merupakan alat bantu simulasi investasi.

Meski begitu, kalkulator investasi yang disediakan oleh lembaga finansial biasanya tidak dimaksudkan untuk menyediakan rekomendasi maupun saran dalam bentuk apapun.

Sebab, meskipun ilustrasi, tetapi, biasanya data yang disajikan tidak mewakili data historis serta tidak mengindikasikan kinerja pada masa mendatang.

Tidak terdapat jaminan dari hasil kalkulator investasi yang disediakan oleh berbagai lembaga

Jenis dan Cara Menggunakan Kalkulator Investasi

Meskipun pada dasarnya kalkulator ini merujuk pada instrumen investasi reksa dana, tetapi, ada juga berbagai jenis kalkulator investasi yang lain.

Seperti saham, emas, properti, serta deposito pada bank. Nah, penghitungan pada kalkulator  ini biasanya menggunakan rumus CAGR.

Untuk menggunakan kalkulator ini, caranya berbeda-beda, sesuai dengan jenis kalkulator yang dipilih.

Nah, pada ulasan di bawah ini, ada beberapa jenis kalkulator dan cara penggunaannya.

Langsung saja, ini dia ulasannya:

Kalkulator Investasi BCA

Simulasi investasi yang satu ini akan membantu dalam penghitungan keuntungan investasi. Namun, Anda tidak bisa berpatokan secara penuh pada kalkulator ini.

Sebaiknya, minta lah petunjuk dari penasihat hukum, keuangan, ataupun pajak sebelum melakukan transaksi dari produk investasi yang dipilih.

Hasil nilai estimasi return pada kalkulator BCA ini bukan jaminan dari nilai return yang akan didapatkan oleh calon investor.

Nah, untuk menggunakan kalkulator investasi BCA ini, Anda tinggal memasukkan angka pada beberapa kolom yang meliputi:

dana investasi, jangka waktu, profil risiko dan juga estimasi return per tahunnya.

Jika sudah, Anda tinggal klik “hitung”. Nantinya akan muncul hasilnya secara otomatis.

Selain menghitung target hasil investasi, Anda juga dapat menghitung dana investasi untuk besarnya nilai investasi yang ditargetkan.

Ingin tahu bagaimana cara membeli saham BCA? Berikut kami buat artikel lengkap mengenai Cara Beli Saham BCA Online dan Offline Secara Mudah

Kalkulator Simulasi Pemenuhan Impian

Selanjutnya, ada kalkulator simulasi pemenuhan impian dari Indopremier. Dimana Anda dapat menghitung besarnya biaya yang harus disisihkan agar kebutuhan dapat terpenuhi.

Setelah itu, Anda akan diminta untuk memasukkan nilai tersebut pada beberapa kolom yang tersedia.

Kolom tersebut meliputi target dana investasi yang diinginkan, tingkat inflasi per tahun, dana awal yang tersedia, jangka waktu investasi, serta asumsi tingkat pertumbuhan investasi dalam persen per tahunnya. Jika sudah, maka, klik “hitung”, dan kalkulator pun akan menghitung otomatis.

Kalkulator Investasi Trimegah

Kalkulator ini disediakan oleh PT Trimegah Asset Management untuk menghitung hasil dari nilai investasi instrumen reksa dana.

Dimana terdapat beberapa pilihan penghitungan yang diinginkan, diantaranya menghitung jumlah investasi akhir, jumlah investasi awal, periode investasi (dari investasi bulanan), serta periode investasi (dari investasi awal).

Pada kalkulator ini, Anda akan diminta mengisi kolom sesuai dengan hasil perhitungan yang diinginkan.

Semisal, untuk menghitung jumlah investasi akhir yang diperlukan, maka Anda harus mengisi:

jumlah investasi awal, jumlah investasi bulanan, periode investasi, jenis reksadana, dan asumsi imbal hasil. Selanjutnya, klik “hitung”, maka hasilnya pun akan diketahui.

Untuk penghitungan yang berbeda, jenis kolom yang mesti Anda isi pun akan berbeda.

BACA JUGA : Apa Itu Reksadana Pasar Uang? Inilah 4 Terbaik di Indonesia

Kalkulator Investasi Reksa Dana Manulife

Selanjutnya, ada kalkulator untuk instrumen reksa dana dari Manulife.

Pada kalkulator ini, Anda bisa mengetahui nilai uang yang akan digunakan berdasarkan pada rencana investasi yang dijalankan.

Pada kalkulator ini, Anda akan diminta untuk mengisi beberapa kolom yang meliputi investasi awal, investasi reguler, frekuensi deposit reguler, suku bunga per tahun, serta jangka waktu investasi.

Setelah itu, Anda klik “kalkulasi”, jika sudah, Anda akan mendapatkan angka yang diinginkan.

Seperti jenis kalkulator lainnya, angka yang didapatkan hanya lah ilustrasi.

Yang mana data yang disajikan tidak mewakili data historis serta tidak mengindikasikan kinerja pada masa mendatang.

Sebab, kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu.

Kalkulator Finansial Mandiri Investasi

Kalkulator finansial dari Mandiri Investasi ini akan membantu Anda untuk mengetahui profil risiko dan nilai investasi pada masa mendatang.

Dimana Anda dapat melakukan simulasi investasi serta melihat pertumbuhan uang dalam beberapa kategori.

Mulai dari dana saat ini, investasi berkala, serta dana yang harus disiapkan.

Tidak jauh beda dengan kalkulator investasi sebelumnya, Anda akan diminta mengisi beberapa kolom yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan.

Mulai dari dana  Anda saat ini, jangka waktu investasi, profil risiko, serta nilai investasi saya di masa depan.

Kemudian, klik “hitung”, lalu kalkulator pun akan menghitungnya dengan akurat.

Namun, yang perlu Anda perhatikan adalah perhitungan yang dilakukan oleh kalkulator finansial Mandiri Investasi ini hanya sekadar simulasi.

Yang mana tidak akan menjamin tingkat imbal hasil investasi dari perhitungan tersebut.

Perhitungan hanyalah indikasi berdasar pada rata-rata historis kinerja produk dengan instrumen reksa dana.

BACA JUGA : 3 Contoh Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Cara Menghitung Potensi Keuntungan Investasi

Selain menggunakan kalkulator investasi, Anda bisa menghitung sendiri potensi keuntungan yang akan diperoleh dari investasi.

Cara penghitungannya adalah dengan ROI. ROI sendiri dapat dideskripsikan sebagai rasio modal yang dikeluarkan agar investasi berbanding dengan keuntungan investasi.

ROI penting karena akan menentukan kemampuan dalam mengembangkan investasi pada masa mendatang.

Sehingga, Anda tidak sekadar menjalankannya saja.

Dalam hal ini, jumlah pemasukan investor yang lebih besar tidak lah menjamin investasi tersebut memiliki potensi yang besar di masa yang akan datang.

Semisal, investor A memperoleh penghasilan sampai 100 juta akan tetapi ROI yang diperoleh hanya 20%, sedangkan investor B memperoleh penghasilan 75 juta akan tetapi ROI yang didapatkan adalah 100%.

BACA JUGA : 8 Keunggulan Exchange Traded Fund untuk Diversifikasi Investasi

Maka, dari ilustrasi tersebut bisa disimpulkan bahwa investor B mempunyai potensi yang lebih besar dalam hal keuntungan pada masa mendatang.

Sehingga, bisa dikatakan bahwa ROI adalah cara menghitung potensi keuntungan investasi pada masa lampau, masa sekarang, serta masa mendatang.

Jika nilai ROI mencapai 100%, maka investor bisa mengembangkan investasi pada masa mendatang, pun, bisa mempertahankan investasi masa kini supaya bisa berjalan terus.

Untuk menghitung ROI, maka Anda perlu menjumlahkan total penjualan dikurangi dengan biaya investasi kemudian hasilnya dibagi dengan biaya investasi.

Kemudian kalikan hasilnya dengan seratus persen.

Contoh :

Investor A menginvestasikan uangnya senilai 10 juta rupiah dengan penghasilan investasi setahun adalah 15 juta rupiah, maka ROI yang didapatkan adalah : 15 juta – 10 juta : 10 juta x 100% = 50%

Karena hanya bersifat simulasi saja, sebaiknya tidak menjadikan perhitungan dari kalkulator investasi tersebut sebagai patokan.

Pastikan untuk mempertimbangkannya dahulu serta konsultasikan dengan ahlinya sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Nah, pastikan Anda memilih instrumen yang paling tepat dan sesuai dengan keahlian.

Jika memang masih pemula, sebaiknya mempertimbangkan investasi yang resikonya cenderung lebih kecil.

Tinggalkan komentar