Bahas Tuntas Kurva Indiferen dan Ciri-Cirinya

KURVA INDIFEREN – Beberapa tahun terakhir ini, banyak ekonom yang menolak mengenai gagasan utilitas yang bisa diukur menggunakan angka terhadap barang konsumsi.

Saat ini, ada sebuah pendekatan yang baru. Dimana pendekatan ini dapat menjelaskan mengenai prinsip memaksimalkan utilitas seorang konsumen yang memiliki pendapatan terbatas.

Teori ini disebut dengan utilitas ordinal dimana dinyatakan bahwa utilitas tidak bisa dihitung tetapi bisa dibandingkan.

Sehingga, teori ini mengemukakan bahwa hal yang berlaku adalah seseorang yang lebih suka terhadap kombinasi barang tertentu ketimbang kombinasi dari barang yang lain.

Teori indiferen ini menggunakan pendekatan kurva indiferen dan kurva garis anggaran. Yang mana pembahasan mengenai kurva ini akan diulas pada artikel ini secara lengkap.

Pengertian

Kurva indiferen atau indifference curve merupakan sebuah kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi sejumlah barang tertentu yang dikonsumsi serta memberi tingkat kepuasan sama.

Ataupun dapat dikatakan bahwa keadaan dimana konsumen ada pada keadaan yang indiferen untuk mengkonsumsi beragam jenis barang.

Dalam pengertian lain, kurva ini adalah kurva yang menggambarkan hubungan diantara dua bundel yang mana konsumen mendapat kepuasan indiferen atau sama di setiap titik kombinasi kuantitas yang dilambangkan dengan huruf Q pada kedua bundel tersebut.

Sifat

Menurut pendapat dari Prof. Dr. Soeharno menyatakan bahwa sifat dari kurva indiferen bisa dijelaskan menjadi:

  1. Ada banyak kurva indiferen U1, U2, U3, … , Un, Dimana susunan kurva ini disebut dengan peta indiferen.
  2. Kurva ini memiliki letak yang lebih tinggi yang menunjukkan kepuasan yang juga lebih tinggi.
  3. Kurva ini memiliki arah atau slope Jika konsumen mempunyai keinginan menambah konsumsi barang X, maka konsumsi dari barang Y perlu dikurangi agar bisa memperoleh kepuasan yang sama.
  4. Dua kurva indiferen tidak saling berpotongan karena kurva indiferen yang tinggi akan menggambarkan tingkat kepuasan yang tinggi pula. Sehingga apabila ada dua kurva yang berpotongan, maka kombinasi antara barang X serta Y yang sama jumlahnya akan memberikan kepuasan yang lebih tinggi.
  5. Sesuai dengan sifat yang ketiga, kurva ini akan berbentuk cekung pada titik O.
  6. Kemiringan kurva ini menunjukkan laju dari substitusi marginal.

Ciri-Ciri Kurva Indiferen

Terdapat beberapa ciri dari kurva ini. Berikut ulasannya:

  1. Kurva ini memiliki nilai kemiringan yang negatif atau tidak pernah memiliki nilai kemiringan yang positif. Berarti, apabila konsumsi dari suatu jenis barang ditambah, maka konsumsi barang yang lain perlu dikurangi. Bentuk yang ekstrem dari kurva ini adalah sejajar pada sumbu vertikal maupun sejajar dengan sumbu horizontal.
  2. Bentuk kurva ini cembung pada titik origin menunjukkan bahwa penggantian barang semakin menurun. Derajat pergantian digunakan untuk mengetahui berapa besar barang yang mesti dikurangi agar barang lain dapat ditambah supaya kepuasan yang diterima menjadi sama.
  3. Kurva ini tidak berpotongan, sebab, jika saling berpotongan maka menjadi tidak konsisten dengan definisi yang sudah dijelaskan.

Peta Kurva Indiferen

Grafik yang ada pada kurva ini digunakan bagi seorang konsumen yang dihubungkan dengan kepuasan berbeda (tingkat utilitas) yang disebut dengan peta indiferensi.

Yang mana titik kembali pada tingkat kepuasan berbeda pada setiap unit dihubungkan menggunakan kurva indiferensi yang tidak sama antara satu dengan yang lain.

Kurva ini juga menjabarkan mengenai himpunan preferensi pribadi serta dapat berbeda antara satu orang yang yang lain.

Kurva ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Dijabarkan menggunakan kuadran positif diagram cartesius dari komoditas yang didasarkan pada kuantitas.
  2. Melengkung negatif apabila kuantitas yang dikonsumsi suatu barang meningkat. Kepuasan total akan naik apabila tidak dikompensasikan oleh sebuah penurunan pada kuantitas yang dikonsumsi oleh barang yang lain. Kasus ini sama dengan konsep kekenyangan. Dimana barang yang lebih pada derajat yang sama dipreferensikan agar tidak ditingkatkan serta tidak diikutsertakan.
  3. Lengkap, seperti semua titik pada kurva indiferen dirangking dengan sama besar pada selera serta dirangking lebih maupun kurang disukai ketimbang titik yang lain yang tidak terdapat pada kurva. Sehingga, tidak ada dua kurva yang saling bersilang.
  4. Transitif karena hubungan pada titik dalam kurva ini berbeda-beda. Hal ini terjadi apabila pada setiap titik I2 merupakan selera. Serta di setiap titik pada I1 dan I3 dihubungkan pada setiap titik I2 dan juga I3 dihubungkan pada setiap titik pada I1.
  5.  Convex dengan preferensi convex yang menyebabkan kemunculan asal dari kurva ini. Konsumen menurunkan konsumsi suatu barang pada unit suksesif. Yang mana jumlahnya lebih besar dari barang yang lain serta dibutuhkan untuk mempertahankan kepuasan yang tidak berubah.

BACA JUGA : Ulasan Kurva Phillips Lengkap dan Bantahan Terhadapnya

Contoh Analisis Kurva Indiferen

Pada teori ini ada asumsi yang menyatakan jika konsumen bisa memilih kombinasi konsumsi tanpa mengatakan bagaimana konsumen tersebut memilihnya.

Contohnya, saat Anda diberi kombinasi barang, semisal 10 unit pakaian serta 8 buku.

Lalu, Ana diberikan beberapa alternatif pilihan kombinasi barang dengan jumlah berbeda, semisal 8 unit pakaian serta 10 buku.

Apabila Anda menilai alternatif berupa tambahan dua buku yang lebih rendah ketimbang pengurangan dari 2 unit pakaian, maka Anda memilih kombinasi yang pertama.

Dari dua kombinasi barang itu, Anda menilai keduanya tidak berbeda.

Sesudah itu, Anda akan memperoleh beberapa kombinasi yang indiferen.

Sehingga, kombinasi barang ini akan memberi utilitas yang sama. Anda dapat melihat kombinasi barang pada tabel berikut ini.

Kombinasi BarangPakaianBuku
A204
B108
C810
D516
E420

Apabila digambarkan pada sebuah kurva, maka akan diperoleh gambar berikut ini:

Tabel serta kurva tersebut adalah salah satu dari beragam kemungkinan yang tidak terhitung jumlahnya.

Pembuatan tabel dan kurva ini bisa diulang sesuai dengan keperluan.

Semisal, Anda bisa membuat tabel serta kurva yang menggambarkan kombinasi antara barang yang bisa memberi tingkat utilitas lebih besar pada konsumen.

Pada hal ini, asumsi yang terbentuk adalah konsumen akan mendapatkan tingkat utilitas yang lebih tinggi dengan cara menambah jumlah konsumsi pada dua jenis barang.

Tambahan konsumsi dua barang ini akan membuat suatu pergeseran menuju kanan atas. Sehingga, kurva ini semakin jauh dari titik nol.

Dapat dikatakan bahwa semakin jauh kurva ini dari titik nol, maka tingkat utilitas dari kombinasi dua barang tersebut menjadi semakin tinggi.

Himpunan beberapa kurva disebut dengan peta indiferen atau indifference map.

Peta kurva indiferen mewakili semua rangkaian dari kurva konsumen, yang mana setiap kurva akan menawarkan tingkat utilitas berbeda untuk konsumen.

Sehingga, semakin tinggi atau lebih ke kanan letak dari kurva ini, semakin besar juga tingkat utilitas yang ditawarkan bundel representatifnya.

Demikian pembahasan mengenai kurva indiferen beserta sifat, ciri, peta, dan contoh analisisnya.

Dengan begitu, maka Anda akan lebih memahami tentang jenis kurva ini. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment