6 Hal yang Harus Diketahui Tentang NTPN Pajak

NTPN PAJAK – Salah satu hal yang wajib Anda lakukan ketika membayar pajak baik secara manual atau online adalah menyimpan tanda buktinya atau NTPN pajak.

NTPN sendiri merupakan singkatan dari nomor transaksi penerimaan negara.

Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi audit pajak yang dilakukan kantor pelayanan pajak pada kemudian hari.

NTPN pajak merupakan salah satu poin yang sangat penting. Untuk itu, pahami lebih lanjut pada ulasan di bawah ini:

Apa Itu NTPN?

NTPN atau nomor transaksi penerimaan negara merupakan nomor bukti transaksi penerimaan negara dalam MPN atau Modul Penerimaan Negara.

Wajib pajak yang membayar pajak melalui Kantor Pos Persepsi maupun Bank Persepsi harus memeroleh NTPN.

Wajib pajak sendiri merupakan pribadi maupun badan yang meliputi pembayar, pemotong, serta pemungut pajak yang memiliki hak serta kewajiban perpajakan sesuai ketentuan peraturan undang-undang perpajakan.

NTPN ini tertera pada SSP (Surat Setoran Pajak) maupun dapat dicetak dalam kertas sendiri.

Dimana SSP maupun sarana administrasi yang lain diakui menjadi bukti pembayaran yang sah hanya jika sudah memeroleh NTPN.

NTPN yang diterima, nantinya akan dicantumkan di dalam bukti penerimaan surat.

Sehingga, memeriksa NTPN pada BPN maupun bukti setoran tersebut.

Terdapat 16 digit angka nomor NTPN pada SSP. Biasanya, setiap bank mempunyai bentuk kertas maupun cara print ode tersebut secara berbeda.

Sehingga, tidak heran apabila Anda menyetorkan pajak melalui dua bank berbeda, hasilnya pun berbeda.

Pastikan sesudah menyetorkan pajak, dapatkan 16 digit kode NTPN secara jelas.

Sebab, sangat mungkin kode tersebut tidak ter-print atau bisa juga ada kode yang terhalang kertas saat petugas mencetak kartu.

Fungsi NTPN

Fungsi dari NTPN diantaranya:

  1. Untuk mengonfirmasi sarana administrasi perpajakan laiknya Surat Setoran Elektronik, BPN, serta bekas lain. Baik berkas digital maupun fisik.
  2. Sebagai legalitas dari berkas pembayaran pajak. Sebab, berkas yang akan diakui sah hanya yang mencantumkan NTPN.
  3. Sebagai pengakuan fungsi administrasi perpajakan.

Cara Memeroleh NTPN

Untuk memeroleh NTPN, caranya cukup mudah. Pastikan NTPN pajak ini ada pada berkas setoran pajak baik melalui sistem manual maupun online.

Akan tetapi, cetakan NTPN tidak terlalu jelas dan sulit dibaca. Termasuk juga saat Anda membayar pajak melalui perbankan atau ATM.

Apabila Anda ingin berkas bisa terlihat tajam dan jelas, maka gunakan mesin cetak laser untuk mencetak dokumen.

Hal yang paling penting adalah pastikan BPN maupun bukti setoran mempunyai NTPN.

Anda pun tidak kesulitan melanjutkan proses konfirmasi pajak.

Kasus yang paling kerap terjadi adalah ada cetakan NTPN pajak yang tidak jelas. Padahal, Anda harus memasukkannya pada aplikasi E-SPT maupun E-Faktur.

BACA JUGA : 3 Contoh Faktur Pembelian dan Penjelasannya Lengkap

Sehingga, Anda dapat menemukan solusinya pada ulasan berikut ini.

Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak membuat situs web yang dapat digunakan oleh wajib pajak dalam mengecek kode NTPN.

Pengecekan ini bermanfaat untuk wajib pajak dalam melakukan konfirmasi validitas NTPN jika cetakan yang terdapat pada bukti penerimaan negara tidak terlihat jelas.

Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan adalah:

  1. Login pada situs web pajak.go.id. Anda akan dialihkan pada lama utamanya.
  2. Masukkan NPWP 15 digit dengan kata sandi, dan kode keamanan, lalu klik login.
  3. Jika sudah, ada dua menu yang dapat dipilih. Termasuk konfirmasi dokumen dan NTPN. Sila Anda klik konfirmasi NTPN.
  4. Setelah itu, akan muncul beberapa form untuk diisi. Anda dapat mengisi pencarian berdasarkan dengan memilih opsi “Kode Billing”, lalu isi lah kode yang akan dicari. Jika sudah, masukkan kode keamanan yang tertera, lanjut dengan klik “cari”.
  5. Jika sudah, akan ada data pembayaran wajib pajak beserta kode NTPN. Sila salin kode tersebut lalu tempelkan di aplikasi E-SPT maupun E-Faktur.

Cara untuk mengecek NTPN adalah dengan memasukkan NPWP setoran pajak.

Sedangkan untuk memeriksa beban pajak pada toko, ganti lah NPWP default dengan mitra / toko NPWP.

Sesudah itu, lihat pada bidang “berbasis filter” serta pilih “kode tagihan”.

Masukkan kode tagihan pada form “penagihan/NTPN”.

Lalu, tekan menu “konfirmasi” serta kode nomor transaksi pergantian status akan segera ditampilkan.

Tips Menyimpan NTPN

Sebelum adanya sistem e-Billing pajak, pembayaran hanya dapat dilakukan secara manual.

Dengan adanya e-Billing, maka pajak bisa dibayar melalui internet banking, ATM, Bank Persepsi, dan aplikasi yang sudah bekerja sama dengan bank tersebut.

Meskipun bukti pembayaran pajak melalui e-Billing dapat diunduh dan disimpan baik untuk BPS maupun NTPN.

Akan tetapi, tidak semuanya bisa menyimpan BPN maupun NTPN pajak pada waktu yang lama.

Padahal, idealnya, harus disimpan setidaknya selama 10 tahun.

Untuk itu, simak lah tips berikut supaya Anda tidak memilih saluran pembayaran secara online.

Pun, bisa menyimpan bukti bayar dengan lebih aman pada jangka waktu yang relatif lama.

1. Menggunakan Aplikasi Online (Berbasis Web)

Aplikasi online akan membuat Anda lebih mudah dan aman menyimpan NTPN pajak. Anda pun dapat mengaksesnya kapan dan dari mana saja.

Dengan penyimpanan cloud, maka Anda tidak perlu khawatir bukti bayar dapat hilang atau terselip.

Ada beberapa aplikasi internet banking bak persepsi serta aplikasi bayar pajak online kerja sama dengan Bank Persepsi yakni PajakPay.

2. Menggunakan Aplikasi

Aplikasi yang aman biasanya mempunyai sertifikat ISO agar data lebih aman.

Aplikasi ini juga akan melindungi sistem dengan firewall berlapis sehingga lebih aman.

3. Menggunakan Aplikasi yang Terintegrasi

Aplikasi yang terintegrasi lebih mudan dan efisien untuk menyimpan bukti NTPN pajak.

Selain itu, aplikasi tersebut biasanya juga bisa menghitung pajak dengan otomatis, membuat ID Billing, SPT masa, dan juga laporan pajak.

Anda pun bisa melakukan berbagai hal terkait pajak hanya dengan satu aplikasi saja.

Cara Mencegah NTPN Pajak Tidak Bisa Dibaca

Terkadang, NTPN tidak dapat dibaca karena tulisannya tidak terlalu jelas.

Untuk itu, lakukan langkah-langka berikut agar NTPN tetap dapat dibaca:

  1. Usai menyetor biaya pajak melalui transfer bank, segera lah baca kode NTPN secara hati-hati. Apabila terdapat angka yang sulit untuk dibedakan, sila tanyakan pada kasir.
  2. Pastikan menyalin bukti pembayaran setelah tersimpan pada ATM sebab hasil cetak dari mesin ATM mudah memudar.

Cara Memeroleh NTPN Hilang Secara Offline

Jika Anda merasa bingung memeriksa nomor NTPN secara online, sila lakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Mencari Kantor Pembayaran Pajak di dekat domisili.
  2. Kunjungi KPP, jangan lupa membawa KTP maupun NPWP.
  3. Selanjutnya, jelaskan pada petugas tentang masalah Anda. Katakan padanya bahwa NTPN Anda hilang.
  4. Sesudah itu, petugas pun akan mengecek dokumen KTP serta NPWP.
  5. Petugas akan memberi NTPN Anda serta meminta langsung akses e-SPT untuk lapor pajak secara online.

Demikian pembahasan mengenai NTPN pajak. Semoga mudah untuk dipahami.

Karena fungsinya sangat krusial untuk administrasi perpajakan, perhatikan baik-baik dan lakukan langkah-langkah yang telah diulas pada artikel ini supaya nomor NTPN tidak hilang. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment