Home » Ekonomi » 6 Poin Penting dalam Perhitungan Rumus ROE (Return of Equality)

6 Poin Penting dalam Perhitungan Rumus ROE (Return of Equality)

RUMUS ROE – Salah satu perhitungan yang digunakan untuk menjadi tolak ukuran dari kinerja keuangan suatu perusahaan adalah ROE.

Nilai dari ROE tergantung pada besa kecil suatu perusahaan. Maksudnya, apabila perusahaan berskala kecil, maka perhitungan rumus ROE menjadi kecil juga.

Sebaliknya, untuk perusahaan besar, maka ROE yang dihasilkan juga akan menjadi besar.

ROE atau Return On Equity merupakan perhitungan yang termasuk ke dalam rasio profitabilitas.

ROE ini perhitungannya menunjukkan kemampuan dari suatu perusahaan untuk menghasilkan laba bersih.

Mari membahasnya lebih lanjut!

BACA JUGA : 3 Rumus Profit Margin Plus Contoh Pengerjaannya!

Pengertian ROE

Return On Equity merupakan rasio profitabilitas yang fungsinya untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham.

Sehingga, bisa dikatakan bahwa ROE dapat menunjukkan besarnya keuntungan dari setiap satu rupiah yang diinvestasikan pemegang saham. Rumus ROE sendiri dinyatakan dalam persentase.

ROE juga merupakan jumlah imbal balik laba bersih terhadap besarnya ekuitas. Untuk menghitungnya, terdapat rumus ROE yakni dengan membandingkan laba bersih sesudah pajak dengan ekuitas.

Biasanya, rumus ROE akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham.

Sehingga, kerap digunakan untuk membandingkan beberapa perusahaan untuk peluang investasinya.

ROE ini merupakan rasio yang sangat menarik untuk calon pemegang saham dan manajemen.

Sebab, rasio ini adalah ukuran serta indikator yang penting dari shareholders value creation.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi rasio dari ROE ini, maka nilai perusahaan juga akan bertambah tinggi.

Rumus ROE

Untuk menghitung nilai ROE, maka Anda bisa menggunakan rumus ROE atau bisa juga disebut dengan Rasio Pengembalian Ekuitas.

Nah, berikut adalah rumus yang dapat Anda simak:

Rumus ROE = Laba Bersih setelah pajak : Ekuitas pemegang saham

Atau

Rumus ROE = Laba Bersih / Shareholders Equity

Jadi, rumus ROE ini dihitung dengan membagikan laba bersih dengan ekuitas para pemegang saham.

Umumnya, ROE dihitung bagi para pemegang saham biasa atau common shareholders.

Sehingga, dividen preferen tidak masuk ke dalam perhitungan ROE.

Sebab, jenis dividen ini tidak lah tersedia bagi pemegang saham biasa.

Contoh Penerapan Rumus ROE

Setelah menyimak rumus ROE di atas, maka Anda bisa melihat contoh penerapannya. Berikut adalah contoh kasusnya untuk Anda:

Berdasar pada laporan keuangan dari PT ABCD per tanggal 31 Desember 2020, maka perusahaan yang menjalani bisnis pada sektor konstruksi ini mendapatkan laba bersih setelah pajak senilai 500 juta rupiah.

Sedangkan total ekuitas pemegang saham sebesar 800 juta rupiah. Maka, rasio pengembalian ekuitas (ROE) dari PT ABCD adalah senilai?

Jawaban:

Dari kasus di atas, maka penyelesaiannya adalah menggunakan rumus ROE yakni:

ROE = Laba bersih setelah pajak ; ekuitas pemegang saham

Hasilnya menjadi 500.000.000 ; 800.000.000

Jadi, ROE PT ABCD adalah sebesar 62,5%.

Faktor yang Memengaruhi ROE

Berdasarkan rumus ROE di atas, maka ada beberapa yang dapat memengaruhi besar kecilnya ROE dari suatu perusahaan.

Pada dasarnya, terdapat dua faktor penyebab tingkat ROE suatu perusahaan yang meliputi laba bersih atau net income dengan ekuitas atau equity.

Pembahasannya dapat Anda lihat di bawah ini:

Laba Bersih (Net Income)

Laba bersih atau penghasilan bersih dari perusahaan kerap dipakai sebagai ukuran kinerja maupun dasar untuk ukuran lainnya seperti earning per share maupun ROE.

Sedangkan unsur yang terkait dengan pengukuran laba adalah beban dan penghasilan.

Ekuitas (Equity)

Ekuitas adalah modal yang menggambarkan mengenai hak kepemilikan seseorang untuk aset dari suatu perusahaan.

Ekuitas akan menunjukkan besarnya kepemilikan seseorang atas perusahaan. Di dalam laporan keuangan, ekuitas dapat ditemui untuk beberapa laporan seperti neraca dan laporan posisi keuangan.

Beberapa jenis ekuitas meliputi laba ditahan, modal disetor, saham, dan juga dividen.

Cara Memakai Informasi ROE

Untuk menggunakan informasi terkait dengan ROE, Anda dapat melakukan hal berikut ini:

  1. Pertama, bandingkan ROE dari perusahaan selama 5 hingga 10 tahun terakhir. Sehingga bisa memberi infromasi pertumbuhan perusahaan dengan lebih signifikan.Meski kenaikan dari ROE pada rentang 5 hingga 10 tahun tidak bisa menjamin suatu perusahaan terus bertumbuh dengan kecepatan tersebut.Tetapi, informasi ini akan membuat Anda tahu mengenai grafik rata-rata besarnya laba yang didapatkan oleh perusahaan.
  2. Kedua, bandingkan ROE perusahaan dengan ukuran serta industri yang sama. Angka ROE dapat menjadi rendah tersebab industri yang digeluti mempunyai margin laba yang juga rendah.
  3. Suatu properti yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi cenderung mempunyai ROE tinggi juga. Sebab, bisa menghasilkan pendapatan tambahan tanpa harus didanai oleh pihak eksternal.

Penghitungan rumus ROE untuk perusahaan sangat penting karena bisa menarik minat dari apra investor dan juga menjadi bentuk tanggung jawa perusahaan bagi pemegang sahamnya.

Sehingga, perusahaan harus mempersiapkannya serta selalu membagikan informasi mengenai tingkat pengembalian ekuitas secara berkala.

ROE juga memberikan gambaran dan mengukur bagaimana kinerja perusahaan dalam memakai setiap rupiah dari pemegang saham.

Sehingga, investor juga perlu menelusuri pasar untuk bisa memeroleh perusahaan yang dapat menghasilkan angka ROE yang baik serta masuk akal.

Seperti pada contoh perusahaan yang memiliki catatan ROE sebesar 7%, maka akan sangat tidak menarik bagi investor. Sehingga, deposito yang ada di negara ini ada pada kisaran angka 7% itu.

Investor akan menganggap bahwa untuk apa memilih investasi yang memiliki risiko tinggi jika return yang didapatkan tidak lebih baik ketimbang instrumen lain seperti obligasi dan deposito?

Analisis dan Penilaian ROE

ROE digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan uang pemegang saham.

Sehingga bisa menumbuhkan serta menghasilkan keuntungan perusahaan. Tidak seperti rasio pengembalian investasi lain.

ROE merupakan rasio yang tidak dilihat dari sudut pandang perusahaan melainkan dilihat dari sudut pandang para investor.

Sehingga, rasio ini bisa menghitung besarnya uang yang dihasilkan oleh perusahaan berdasar pada uang yang diinvestasikan pemegang sahamnya.

BACA JUGA : Belajar Cara Menghitung Margin Keuntungan

Hal ini dikarenakan investor ingin tingkat pengembalian ekuitas yang lebih tinggi.

Sebab, ROE yang memiliki nilai tinggi akan mengindikasikan perusahaan memakai dana secara efektif.

ROE yang semakin tinggi akan menjadi semakin baik pula. Tetapi, rasio ROE antara industri yang satu dengan yang lainnya berbeda tingkatan.

Sehingga, Anda perlu membandingkannya dengan industri yang sejenis.

ROE juga dapat digunakan untuk membandingkan periode yang satu dengan yang lain.

Sehingga, investor bisa membandingkan di awal dan akhir periode agar dapat melihat bagaimana perubahan pengembalian ekuitas.

Dengan begitu, para investor bisa melacak serta mengetahui perkembangan serta kemampuan dari perusahaan dalam mempertahankan tren pendapatan yang lebih positif.

ROE berbeda dengan ROA (Return of Assets).

Perbedaannya adalah ROE merupakan analisis seberapa efektif seorang pengusaha dalam mengeluarkan modal untuk usahanya.

ROE juga tidak melibatkan hutang di dalam perumusannya. Sehingga, perusahaan dengan hutang yang besar akan terlepas dari perhitungan ini.

Sedangkan ROA merupakan indikatornya.

Sebab, ROA ini memperlihatkan efisiensi perusahaan dalam memakai semua aset termasuk hutang perusahaan.

Demikian pembahasan mengenai rumus ROE dan beberapa penjelasan lainnya. Semoga bermanfaat.

Share on:

Tinggalkan komentar