Home » Ekonomi » Mengenal Perbedaan Investasi Vs Trading dalam Saham, Pemula Wajib Tahu!

Mengenal Perbedaan Investasi Vs Trading dalam Saham, Pemula Wajib Tahu!

Sering kali para pemula dalam investasi dibuat bingung pada istilah trading ataupun investasi dalam dunia saham. Ketika telah melakukan pembelian lembar saham timbulah pertanyaan “Apakah sebaiknya trading atau investing?”. Sebenarnya keduanya adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu ketika anda masih bingung dan membuat anda takut bermain saham, tak perlu khawatir lagi. Sebab, kali ini akan dikupas mengenai investasi vs trading dalam saham yang perlu anda tahu.

Perbedaan yang Perlu Anda Ketahui Pada Investasi dan Trading Dalam Dunia Saham

1. Kenali Perbedaan Prinsipnya Terlebih Dahulu

Hal pertama yang perlu anda tahu pada kedua istilah ini adalah dilihat dari prinsipnya terlebih dahulu. Untuk trading, memiliki prinsip dasar yakni buy and sell. Sehingga, jika anda ingin menjadi seorang trade, maka hal yang perlu anda lakukan adalah melihat dan memanfaatkan fluktuasi dari harga.

Dimana dengan mengamati fluktuasi harga saham yang ada, akan berguna untuk mendapatkan keuntungan apabila anda ingin membeli dan kemudian menjual saham tersebut. Sehingga anda pun bisa mendapat untung dari selisih jual beli yang ada pada saham tersebut.

Biasanya, perbedaan prinsip dari investasi vs trading dalam saham ini, para trader akan menggunakan analisis teknikal. Hal ini bertujuan untuk mengetahui adanya pergerakan dari harga saham. Sehingga, nantinya trader akan melakukan pembelian saham pada perusahaan yang memiliki potensi dalam kenaikan harga, terutama pada waktu yang singkat.

Sedangkan untuk prinsip dari investasi saham yakni buy and hold. Biasanya investor tidak akan menjual saham tersebut dalam waktu yang dekat. Hal ini dikarenakan saham tersebut sebagai bentuk investasi untuk kedepannya. Biasanya mereka akan menyimpan investasi ini dalam jangka waktu yakni lebih dari satu tahun.

Umumnya, investor akan mau melepaskan atau menjual sahamnya apabila tujuan yang mereka inginkan telah tercapai. Selain itu, apabila kualitas emiten dari saham yang dimilikinya telah memburuk, biasanya investor tersebut akan mulai menjual sahamnya untuk menghindari kerugian.

Untuk jenis investasi yang biasa dipilih oleh investor adalah yang mempunyai kualiditas rendah. Analisis yang digunakan oleh investor umumnya yakni menggunakan analisis fundamental. Contohnya seperti price earning ratio dan juga ramalan manajemen. Kedua hal tersebut akan membantu untuk mengetahui bagaimana kinerja dari perusahaan tersebut.

2. Dilihat Dari Strategi

Perbedaan yang kedua dari investasi vs trading dalam saham adalah dapat dilihat dari strateginya. Jika anda ingin melakukan investasi, biasanya para investor akan mengecek dan memperhatikan secara detail apa saja faktor faktor yang bisa mempengaruhi nilai saham tersebut. Hal ini dikarenakan investasi memiliki jangka waktu yang panjang.

Biasanya, investor tidak akan terlalu terpengaruh pada fluktuasi harga yang terjadi. Sebab, saham yang dibeli berdasarkan dari kualitas kinerja perusahan yang baik serta fundamental yang kokoh. Selain itu, saham yang biasanya dibeli oleh investor adalah saham emiten. Seba, investor akan lebih berfokus pada pembelian saham berdasarkan kondisi dari perusahaan.

Tak hanya itu saja, untuk instrumen investasi yang biasanya dipilih oleh investor antara lain adalah seperti properti hingga industri besar maupun kecil. Bahkan ada juga yang berupa saham, dimana merupakan investasi jangka panjang. Namun tak hanya nilai aset saja yang bertambang, investor juga akan mengambil keuntungan dari pembagian dividen yang ada di perusahaan tersebut secara berkala.

Selain itu, strategi dari investasi vs trading dalam saham juga akan terlihat berbeda jika dilihat dari kacamata trading. Sebab, trader memiliki prinsip yang berbeda dengan investor sehingga pastinya juga akan memiliki strategi yang berbeda. Adapun strategi yang dimiliki oleh trader adalah bergantung pada kondisi pasar dan juga sentimen.

Contohnya saja, ketika pasar saham sedang mengalami penurunan yang diakibatkan skandal atau situasi politik, tentunya seorang trader tidak akan gegabah di dalam mengambil keputusan pembelian. Sebaliknya, ia akan masuk pasar saham ketika kondisinya telah benar benar stabil dan kembali normal.

Sehingga dapat dikatakan jika strategi dari seorang trader akan lebih jelas dan terarah. Hal ini dikarenakan trader tidak akan menahan posisi trading dalam jangka waktu yang lama layaknya investasi. Adapun untuk strategi ekonomi yang digunakan oleh seorang trader antara lain adalah risk reward ratio, target profit hingga stop loss.

3. Resiko yang Mungkin Terjadi

Di dalam bermain saham, baik investasi ataupun trading tentunya juga akan memiliki resiko yang mungkin saja terjadi. Salah satu risiko yang dihadapi oleh seorang trader adalah mengalami risiko capital loss. Hal ini berarti harga jual lebih rendah dibandingkan dengan harga beli.

Apabila mengalami kondisi satu ini tentunya perusahaan pun akan mengalami resiko kebankrutan. Selain itu, ada pula risiko counter party. Akan tetapi jenis resiko ini terbilang cukup rendah. Namun, apabila hal ini terjadi, trader tidak akan bisa mengambil keuntungan ketika terjadi penurunan harga secara drastis atau yang dikenal dengan larangan atas short selling.

Setelah membahas resiko dari trading, maka investasi vs trading dalam saham juga mengenal resiko yang dialami oleh seorang investor. Umumnya resiko yang sering terjadi adalah counter party dan juga partial fills. Resiko partial fills adalah ketika aset yang anda miliki hanya terjual sebagian saja. tentunya hal ini pun akan menjadi salah satu kerugian pada saham anda.

Itulah beberapa hal yang anda perlu tahu mengenai perbedaan investasi dan juga trading. Keduanya memang sama sama membeli saham. Akan tetapi, prinsip dan strateginya cenderung berbeda. Sehingga, anda pun bisa memilih mana yang sesuai dengan keinginan anda. Apabila ingin memiliki saham dalam jangka waktu panjang, lebih baik anda investasi dan memilih kinerja perusahaan yang terbaik

Tinggalkan komentar