Home » Ide Bisnis » Pentingnya Membuat Bisnis Plan Makanan Bagi Pelaku Usaha

Pentingnya Membuat Bisnis Plan Makanan Bagi Pelaku Usaha

Menyusun bisnis plan makanan sebenarnya cukup mudah. Tetapi tidak sedikit dari pelaku usaha baru yang mengalami kesulitan.

Akibatnya, banyak kesalahan yang dilakukan sehingga membuat perjalanan bisnis terkendala.

Memang tidak wajib untuk membuatnya. Tetapi, apakah Anda yakin tidak membutuhkannya?

Pasalnya, bisnis plan ini akan menggambarkan perjalanan bisnis kedepannya.

Untuk mengetahui seluk beluk tentang bisnis plan makanan, sempatkan waktu untuk membaca beberapa menit.

Kami akan jabarkan keuntungannya, kesalahan yang umum dilakukan, serta cara menyusunnya di bawah ini.

Pengertian Bisnis Plan Makanan

Menurut Megginson (2000), bisnis plan merupakan dokumen tertulis yang berisi tujuan bisnis, cara kerja, rincian permodalan, pengelolaan, serta cara mencapai tujuan tersebut.

Rencana bisnis diperlukan sebagai acuan ketika menjalankan usaha. Pedoman ini akan terus di evaluasi di akhir.

Evaluasi ini sangat diutamakan untuk memperbaiki kesalahan dalam sistem.

Misalnya memperbaiki permasalahan yang membuat bisnis tidak segera menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Dengan kata lain, Anda bisa mengetahui titik kelemahan dari bisnis yang sedang dijalankan. Dari sini, Anda bisa mengambil keputusan.

Keputusan ini akan berpengaruh pada kelangsungan usaha. Khususnya untuk segera memperbaiki kekurangan agar bisnis berjalan sesuai harapan.

Secara umum, pembuatan bisnis plan makanan ditujukan untuk mempertajam rencana sebuah usaha. Laju usaha lebih terarah.

Target bisa tercapai dan laba yang diharapkan bisa diperoleh sesuai rencana.

Keuntungan Membuat Bisnis Plan

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari pembuatan rencana bisnis ini. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mudah Dalam Memperoleh Modal

Tidak sedikit dari pelaku bisnis yang ingin membangun kerja sama dengan orang. Kerja sama ini akan terjalin ketika rencana bisnisnya jelas.

Dan perencanaan ini tidak sekedar dijelaskan secara verbal.

Pihak ketiga membutuhkan gambaran sederhana secara tertulis. Gambaran tentang cara kerjanya akan ditinjau secara langsung.

Ketika rencananya dinilai bagus, pihak ketiga tidak segan untuk membantu.

Kemauan dalam membantu ini biasanya didasari oleh keuntungan yang nantinya diperoleh. Pendanaan akan diberikan sesuai rencana.

Asumsinya ialah dana ini bisa diputar untuk memperoleh keuntungan bisnis secara terus menerus.

2. Perjalanan Usaha Lebih Terarah

Dalam menjalankan usaha, Anda memerlukan sebuah sistem. Sistem ini akan menjelaskan tentang sehat tidaknya sebuah bisnis.

Karena sistem inilah yang akan menggambarkan tentang perjalanan sebuah usaha.

Setiap bagian dalam usaha tampak jelas kinerjanya.

Ini bisa dilihat dari bagaimana pelaku bisnis dalam melakukan teknik pemasaran, besarnya modal yang diperlukan, dan lain sebagainya.

Kesemuanya sudah direncanakan sejak awal. Pelaku bisnis hanya perlu mengikuti panduan yang telah dibuat dalam bisnis plan makanan tersebut.

Dengan begitu, pelaku tidak salah menentukan langkah.

3. Membantu Prediksi Bisnis di Masa Mendatang

Kemajuan bisnis terjadi secara bertahap. Ini biasanya sudah direncanakan oleh pelaku bisnis.

Tentunya dengan menetapkan target jangka pendek dan panjang.

Meskipun hanya sebatas tujuan, tetapi inilah yang akan diraih. Setidaknya dengan sistem yang sudah dibuat, tujuan jangka pendek bisa diraih.

Begitupun tujuan yang lebih jauh lagi.

4. Meningkatkan Level

Ketika bisnis mulai berjalan sesuai rencana, pebisnis tentu memiliki kesempatan untuk memperluas usahanya.

Dengan modal yang terus meningkat, perluasan bisnis akan semakin mudah.

Pebisnis bisa membuka beberapa cabang di manapun. Tentunya dengan memperhatikan beberapa hal. Di antaranya adalah lokasi dan persaingan.

Tetapi nama bisnis yang sudah dikenal, Anda akan lebih mudah untuk memenangkan pasar.

Kesalahan Dalam Membuat Bisnis Plan

Perlu diketahui bahwa pembuatan bisnis plan makanan harus dilakukan secara terperinci. Hindari hal yang bisa memicu kerugian.

Di antaranya adalah melakukan kesalahan dalam perencanaan seperti ini.

1. Tidak Memikirkan Hambatan

Kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha ialah terlalu percaya diri. Memang ini diperlukan.

Tetapi over percaya diri juga tidak baik.

Contohnya ialah menganggap bahwa bisnis makanan ini sudah unik. Pasti, konsumen akan menyukainya.

Ini sebuah kesalahan besar. Setiap usaha selalu erat dengan hambatan. Anda perlu memeriksa tentang apa saja faktor yang bisa menghambat bisnis tersebut.

Setelah itu, carikan solusi sebagai penyeimbang rasa percaya diri Anda.

2. Tidak Meriset Pasar

Sebagus apapun produk, Anda akan kesulitan menjualnya ketika pasarnya tidak ada. Untuk itulah, riset perlu dilakukan terlebih dahulu.

Kemudian, jabarkan dalam bisnis plan makanan.

Riset ini akan memberikan gambaran tentang informasi yang akurat. Di antaranya untuk menganalisa pesaing serta melihat jumlah penawaran yang ada.

Jika sudah menemukannya, Anda bisa membuat strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk.

3. Tidak Mengenal Target Pasar

Dalam membuka usaha, Anda disarankan untuk menentukan siapa yang disasar. Target ini harusnya lebih spesifik.

Dengan spesifiknya target, produk Anda akan lebih cepat dipasarkan.

Sebaliknya bila Anda tidak menentukan targetnya, produk akan tampak kesulitan untuk dijual.

Akibatnya, bisnis sulit berkembang dan terancam gulung tikar.

4. Tidak Memiliki Rencana Bisnis Cadangan

Kesalahan ini juga sering dilakukan pelaku bisnis baru. Pebisnis hanya fokus pada satu ide.

Ketika mengalami kegagalan, pebisnis kebingungan untuk mengatasinya.

Berbeda jika memiliki banyak ide. Satu ide gagal, pebisnis bisa menerapkan ide lain untuk menutupinya.

Dengan begitu, bisnis yang dirintis akan terus maju dan mendatangkan profit.

Cara Membuat Bisnis Plan Yang Benar

Ada beberapa tahapan dalam membuat bisnis plan makanan ini. Tahapan ini akan menjadi penentu bagi kelangsungan bisnis.

Tahapannya adalah sebagai berikut.

1. Kenali Usaha Yang Ingin Ditekuni

Sudah semestinya Anda mengenali seluk beluk dari bisnis yang ingin dirintis. Pahami apa saja yang diperlukan.

Kenali juga mengenai tingkat persaingan serta hambatan yang mungkin muncul.

2. Buat Alur Perjalanan Bisnis

Tentukan tujuan dari membangun bisnis ini. Setelah itu, buatlah alur yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan adanya alur, Anda tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan usaha.

3. Tentukan Target Pasar

Menentukan target dari produk Anda sangat penting. Target inilah yang diharapkan bisa menyumbang keuntungan bagi Anda.

Ketika Anda sudah menentukannya, target pemasaran bisa dilakukan dengan tepat.

Anda juga bisa menetapkan besar keuntungan dalam jangka waktu tertentu.

Penetapan tentang keuntungan ini bisa dikenali melalui targetnya. Ketika targetnya besar, Anda bisa mengaturnya lebih tinggi.

Tentunya, ini bisa diimbangi dengan strategi pemasaran yang tepat.

BACA JUGA : Mengenal 7 Konsep Marketing Mix 7P untuk Bisnis Zaman Now

4. Menulis Rencana Bisnis

Langkah terakhirnya ialah menuliskan rencana bisnis secara sistematis. Dalam pembuatannya, Anda perlu memasukkan beberapa hal.

Di antaranya adalah visi misi, ringkasan, penawaran produk, target pasar, rencana pemasaran, analisis persaingan, laporan keuangan, resume dari profil perusahaan, penawaran dan lampiran.

Kesemuanya perlu disusun secara berurutan. Dan setiap bagian perlu ditulis dengan informasi yang jelas.

Dengan begitu, Anda telah berhasil menyusun rencana bisnis yang bisa dijadikan untuk pedoman sekaligus untuk pencarian dana.

Intinya, rencana bisnis diperlukan pebisnis untuk menjalankan usahanya secara terfokus.

Fokus ini akan mendorong usaha semakin maju sesuai rencana.

Oleh karenanya, Anda disarankan untuk menyusun bisnis plan makanan sebelum menjalankannya.

Share on:

Tinggalkan komentar