6 Poin Penting Perencanaan Produksi Massal yang Baik

PERENCANAAN PRODUKSI MASSAL – Dalam manajemen perusahaan, perencanaan produksi massal adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Sebab, perencanaan ini akan lebih meningkatkan pendapatan dari perusahaan dan juga bisa memberikan efisiensi kinerja.

Perusahaan yang tidak dapat melakukan perencanaan produksi dengan baik, akan bisa membuat keterlambatan suplai serta menambah biaya produksi.

Perencanaan ini sangat berkaitan dengan sumber daya, kapasitas produksi, peralatan pendukung, dan sebagainya.

Ada banyak hal yang mesti diketahui tentang perencanaan produksi massal. Mari membahasnya lebih mendalam pada ulasan di bawah ini!

Pengertian

Dalam definisi secara umum, perencanaan produksi merupakan rencana yang ada kaitannya dengan produk yang akan dihasilkan. Mulai dari motif, rasa, bentuk, serta jumlah unit barangnya.

Perencanaan produksi harus jelas kisi-kisinya sehingga bisa menjadi keputusan serta kebijakan terkait dengan produk tersebut.

Sedangkan arti dari produksi massal adalah sistem produksi yang dilakukan dalam jumlah yang besar dari produk standar. Termasuk diantaranya terkait dengan lini perakitan.

Produksi massal juga melibatkan banyak orang yang masing-masing mempunyai tugas tersendiri di dalam setiap tahap produksi.

Barang yang diproduksi pun berkesinambungan dan tidak pernah terputus.

Jenis produksi massal sendiri harus sesuai prosedur dan standar yang sudah ditetapkan. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang merugikan perusahaan.

Sistem produksi juga telah jelas serta terarah, Dimana setiap karyawan perlu mengikuti SOP atau Standard Operation Procedure yang berlaku.

Produksi massal juga terdapat pada industri padat modal atau padat karya.

Yang mana jika dilakukan pada industri padat modal diperlukan banyak mesin. Sedangkan industri padat modal membutuhkan banyak tenaga kerja.

Sehingga, perencanaan produksi massal bisa diartikan sebagai perencanaan dalam rangka melakukan sistem produksi dalam jumlah yang besar dan terus-menerus.

Tujuan

Dalam merencanakan sesuatu, termasuk melakukan produksi secara besar-besaran, ada tujuan yang akan dicapai.

Nah, tujuan dari perencanaan produksi massal sendiri adalah:

1. Menetapkan Jumlah dari Pemesanan Bahan Baku

Pertama, perencanaan produksi secara massal bertujuan untuk bisa menetapkan jumlah pemesanan bahan baku.

Yang mana apabila tidak dilakukan perencanaan terlebih dahulu, maka bisa saja terjadi suatu kesalahan.

Semisal saat perusahaan memesan bahan baku dengan jumlah tertentu, akan tetapi saat dibuat produk jadi, malah jumlah yang dipesan oleh konsumen kurang.

Atau bisa juga terjadi hal yang sebaliknya. Yakni jumlah produk yang dibuat lebih besar dari pesanan perusahaan.

2. Meramalkan Pemintaan Produk

Perencanaan ini juga memiliki tujuan untuk bisa meramalkan permintaan produk.

Yakni perencanaan dalam menghitung jumlah permintaan dari konsumen.

Apabila dikalkulasi, maka akan bisa diketahui jumlah produk lalu tinggal menyesuaikan dengan permintaan dari pelanggan.

3. Menetapkan Keseimbangan Kebutuhan

Selanjutnya, tujuan dari perencanaan produksi secara massal adalah untuk menyeimbangkan kebutuhan dengan strategi pemenuhan pesanan.

Sebab, jika tidak seimbang, maka risikonya adalah terjadi kerugian di perusahaan.

Sehingga, perencanaan harus dilakukan secara matang agar keseimbangan keduanya dalam keadaan yang baik.

Pada perencanaan ini, maka bisa ditemukan titik yang bisa menguntungkan keduanya.

Fungsi Perencanaan Produksi Massal

Perencanaan produksi massal sangat penting untuk dilakukan supaya bisa sesuai dengan tujuan perusahaan.

Sebab, ada fungsi khusus yang bisa meningkatkan keuntungan perusahaan terkait dengan proses produksi.

Fungsi tersebut meliputi:

1. Sebagai Alat Ukur Performansi

Apabila perencanaan bisa dilakukan dengan baik, maka performansinya akan meningkat. Hal sebaliknya juga berlaku.

Untuk itu, pada setiap aktivitas perencanaan perlu dibuat laporan supaya bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengambil suatu kebijakan terkait dengan strategi produksi yang akan diterapkan.

2. Dapat Menjamin Rencana Penjualan yang Sesuai Rencana Strategis Usaha

Fungsi lain dari perencanaan produksi massal adalah untuk menjamin rencana penjualan serta produksi yang sesuai rencana strategis dari perusahaan tersebut.

Kesesuaian tersebut dapat terjadi jika perusahaan melakukan planning produksi.

Paling tidak, perencanaan ini bisa menyejajarkan strategi produksi yang sesuai dengan tujuan inti dari perusahaan tersebut.

Tentu saja tujuan untuk bisa memeroleh keuntungan yang lebih optimal serta menghasilkan produk yang disukai konsumen.

BACA JUGA : Rumus Gross Margin : 3 Langkah Mudah & Singkat dalam Membuatnya

3. Menjamin Kemampuan Produksi yang Sesuai dengan Rencana

Selanjutnya, perencanaan bisa lebih menjamin kemampuan produksi yang sesuai rencana.

Sebab, tanpa rencana, maka strategi produksi tidak dapat dimonitor apakah sesuai dengan rencana atau tidak.

Faktor Proses Perencanaan Produksi Massal

Ada beberapa hal yang memengaruhi keberhasilan dari proses perencanaan produksi. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Fasilitas dan Peralatan yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memadai akan lebih memperlancar proses produksi sesuai dengan yang telah direncanakan.
  2. Sumber daya dengan kualitas dan jumlah yang tepat juga akan semakin membuat perencanaan produksi massal menjadi lebih optimal.
  3. Sumber Daya Manusia yang mempunyai kinerja serta kualitas yang baik juga akan memengaruhi keberhasilan dari proses perencanaan produksi.
  4. Proses dan sistem produksi yang sesuai aturan dan valid akan membuat proses produksi massal semakin lancar.
  5. Sistem manajemen produksi yang baik dan terkait dengan forecast accuracy dan maintenance perusahaan akan membuat proses perencanaan semakin baik.

Tahap Perencanaan Produksi Massal

Untuk melakukan perencanaan produksi secara massal, terdapat beberapa tahap yang harus dilewati, diantaranya:

  1. Routing yang merupakan proses menentukan jalur maupun rute pekerjaan serta urutan operasi. pada proses ini, beberapa yang mesti diperhatikan meliputi kualitas, kuantitas produk, mesin, sumber daya manusia, jenis, jumlah, tempat produksi, urutan operasi manufaktur, dan sebagainya.
  2. Penjadwalan terkait dengan berbagai hal laiknya memperbaiki jumlah pekerjaan yang mesti dilakukan, menyusun tanggal dan waktu pada setiap operasi, serta mengatur proses manufaktur yang berbeda untuk urutan prioritas.
  3. Dispatching yang merupakan tindakan implementasi. Ada berbagai hal pada proses dispatching yang meliputi alat, bahan, perlengkapan, dan hal lain yang diperlukan dalam proses produksi.

Tips Menjalankan Perencanaan Produksi Massal

Untuk melakukan rencana produksi dengan baik, maka Anda juga harus menyimak tips bagaimana melakukan perencanaan dengan baik. Tips-nya adalah sebagai berikut:

1. Mengelola Sumber Daya dengan Lebih Baik

Agar proses perencanaan menjadi lebih baik, Anda harus mengawalinya dengan mengelola sumber daya secara optimal.

Mulai dari sumber daya alam, mesin operasional, hingga sumber daya manusia.

Apabila pengelolaan sumber daya sudah maksimal, maka fokus rencana hanya tergantung pada strategi operasionalnya saja.

Artinya, waktu lebih efisien serta mengubah bahan mentah ke bahan jadi akan lebih cepat.

2. Memprediksi Permintaan Konsumen Lebih Cepat

Anda juga harus bisa memprediksi permintaan konsumen secara cepat. Sebab, nantinya hal ini akan menjadi materi untuk perencanaan.

Akan lebih baik lagi apabila jumlah permintaan didasarkan data yang akurat, sehingga rencana produksi lebih terarah.

3. Menciptakan Ruang Komunikasi yang Baik

Terakhir, Anda sangat disarankan untuk menciptakan ruang komunikasi yang lebih ramah. Dalam agenda perencanaan, pertipis sekat antara bawahan dan atasan.

Sehingga, ada banyak kesempatan bagi orang lain untuk mengusulkan perencanaan yang terbaik. Berikan kesempatan secara luas untuk karyawan mengutarakan pendapatnya.

Sebab, saat rencana produksi telah dijalankan, tidak akan ada rencana lanjutan terkecuali evaluasi. Yang berarti eksekusi produk dapat dimulai segera.

Perencanaan produksi massal penting dilakukan untuk menerapkan strategi bisnis.

Dengan perencanaan yang baik, maka kerugian karena penumpukan stok produk bisa dihindari. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar