Home » Saham » Kupas Tuntas Saham Preferen Terlengkap !

Kupas Tuntas Saham Preferen Terlengkap !

Saham Preferen – TAUKAN | Jika Anda mulai terjun ke dalam dunia investor saham, tentu harus mengetahui berbagai jenis saham yang ada di pasar modal.

Pada dasarnya terdapat 2 jenis saham yaitu saham preferen (preferred stock) dan saham biasa (common stock). Apa perbedaan keduanya? Simak ulasan berikut hingga akhir ya!

Pengertian Saham Preferen

Di dalam pasar modal, saham preferen dikenal dengan sebutan preferred stock atau saham istimewa. Jenis saham kali ini adalah salah satu jenis saham yang dapat memberikan pendapatan tetap dalam bentuk yang dividen.

Biasanya bentuk dari saham istimewa ini berupa surat berharga komersial yang langsung dijual oleh perusahaan saham. Dalam menerima pendapatan saham jenis ini menggunakan sistem kuartal dengan jarak tiga bulan.

Saham istimewa sendiri dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu saham yang dapat dikonversikan ke dalam saham biasa, saham preferen dengan tingkat dividen yang mengambang. Sedangkan jenis yang terakhir yaitu saham istimewa yang dapat ditebus.

Pada jenis preferred stock ini, pemilik saham mempunyai hak tambah yang melebihi dari saham biasa yaitu dengan membayar dividen pada tingkat waktu tertentu.

Selain itu, pemilik saham juga mendapatkan hak istimewa lain dengan menerima aset dan dividen terlebih dahulu apabila perusahaan mengalami likuidasi.

BACA JUGA : Cara Beli Saham BCA Online dan Offline Secara Mudah

Karakteristik Preferred Stock

Pada dasarnya karakteristik preferred stock ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu kumulatif, callable dan bisa dibalik. Kumulatif merupakan karakteristik yang khas pada jenis saham ini.

Di mana perusahaan akan menahan sebagian atau bahkan seluruh dividen yang ada di dalam perusahaannya. Istilah ini dianggap sebagai dividends in arrears atau kata lainnya yaitu tunggakan dividen.

Oleh karena itu, setiap tunggakan yang dimiliki perusahaan tersebut harus segera mungkin untuk dibayarkan sebelum periode pembayaran dividen selanjutnya.

Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya penumpukan tunggakan dividen. Jenis saham yang tidak mempunyai sifat kumulatif ini disebut dengan straight atau preferen non kumulatif.

Karakteristik berikutnya yaitu sifat dari penebusan. Pada sifat ini perusahaan bisa saja mengajukan tebusan yang dilakukan secara langsung pada waktu dan harga yang telah ditentukan sebelumnya.

Selain itu jenis saham ini mempunyai karakteristik yang bisa dibalik sewaktu-waktu.

Hal ini hampir sama dengan sifat yang callable yakni mengambil kembali saham yang telah ditebus dengan kesepakatan yang telah dilakukan.

Biasanya dalam melakukan ambil alih saham ini terdapat sebuah perjanjian yang sebelumnya telah disepakati bersama.

BACA JUGA : 4 Cara Membaca Grafik Saham dengan Benar

Perbedaan Saham Preferen dengan Saham Biasa

Jika dibandingkan dengan saham biasa, jumlah dari saham istimewa ini ketersediaannya cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan saham biasa.

Umumnya, saham biasa juga lebih dikenal oleh para investor di pasar saham. Selain itu terdapat perbedaan lain dari kedua jenis saham ini, berikut diantaranya.

Hak atas dividen

Perbedaan yang pertama yaitu hak atas dividen. Pada dasarnya dividen merupakan salah satu bagian dari keuntungan yang diberikan langsung kepada pemegang saham.

Pemegang saham istimewa ini mempunyai kedudukan yang sama dengan pemegang obligasi.

Hal ini dikarenakan jaminan pendapatan yang di dapat yaitu bersifat tetap pada periode tertentu dalam setiap bulan atau pada setiap kuartal tertentu.

Jika pada jenis saham biasa, tidak mendapatkan dividen hingga pemegang saham istimewa telah selesai menerima.

Bahkan dividen yang akan diterima juga sudah ditentukan sebelumnya atau yang biasa dikenal dengan istilah predetermined rate.

Penentuan tersebut terlepas dari perusahaan mengalami keuntungan maupun kerugian.

Sedangkan pada saham biasa tidak melalui proses penentuan serta hanya menerima hak atas dividen ini pada saat perusahaan mengalami keuntungan.

Hak Mengeluarkan Suara

Pada jenis saham preferen ini tidak mempunyai hak suara. Sebagai contoh yaitu ketika pada suatu perusahaan hendak memilih anggota dewan direksi, pemegang saham istimewa ini tidak berhak dalam memberikan suaranya.

Akan tetapi pemegang saham biasa mempunyai satu suara di setiap saham yang dimiliki.

Likuidasi

Salah satu bentuk risiko yang diterima pada bisnis perusahaan yaitu likuidasi atau pembubaran badan hukum.

Likuidasi ini dilakukan pada saat perusahaan telah diputuskan untuk tidak melanjutkan lagi kegiatan operasionalnya.

Apabila perusahaan tersebut dilikuidasi, maka pemegang saham istimewa akan mendapatkan setiap hak yang dimiliki terlebih dahulu dibandingkan dengan pemegang saham biasa.

BACA JUGA : 4 Tahap Cara Membeli Saham Bagi Pemula yang Mudah

Mengapa Perusahaan Mengeluarkan Saham Preferen dan Saham Biasa?

Biasanya sebuah perusahaan besar akan menggunakan dua cara untuk bisa memperoleh dana, yaitu dengan menerbitkan saham dan juga hutang, seperti halnya dengan obligasi.

Penggunaan dana ini, dilakukan dengan tujuan untuk membiayai seluruh kegiatan operasional yang ada pada perusahaan.

Misalnya pengembangan produksi, memperbaiki cash flow atau akuisisi. Kemampuan perusahaan dalam mengelola seluruh dana tersebut tentu akan memberikan dampak yang sangat positif bagi keuangan perusahaan.

Namun, apabila perusahaan menggunakan sistem pengumpulan dana dengan menerbitkan utang, maka akan timbul sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan.

Hal ini akan menjadikan tumbuhnya sebuah perjanjian yang harus dilakukan perusahaan untuk membayar secara berkala kepada setiap kreditor.

Nah, pada hal ini tentu investor akan mengajukan tuntutan akan bunga yang menyebabkan perusahaan harus fokus terhadap arus kas perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kegiatan operasional.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, membuat perusahaan swasta maupun BUMN menghadirkan saham biasa serta mengubah perusahaan menjadi jenis perusahaan publik.

Dengan demikian, perusahaan yang menerbitkan saham dengan jumlah lebih banyak akan menjadikan salah satu cara untuk mengumpulkan dana serta fokus dalam berinvestasi.

Tentunya hal ini bertujuan untuk mengembangkan perusahaan, melunasi hutang, atau hanya untuk menambah cash flow saja.

Apabila perusahaan tersebut hanya mengandalkan hutang sebagai salah satu media untuk mengumpulkan dana.

Maka akan menjadi risiko yang besar jika terjadi kemacetan dalam proses pembayarannya. Tentu hal ini akan membuat kualitas perusahaan menjadi lebih buruk.

Dalam penerbitan saham preferen ini salah satu alasannya yaitu sama halnya seperti common stock yaitu untuk menghasilkan atau bentuk dari pengumpulan modal.

BACA JUGA : 5 Tempat Jual Beli Saham dan Obligasi Online Terpercaya Terdaftar OJK

Keunggulan Penggunaan Preferred Stock Bagi Investor

Investor yang menggunakan jenis saham yang satu ini bisa mendapatkan keuntungan yang sangat banyak sekali. Salah satunya yaitu dapat membagikan dividen dalam waktu yang bersamaan pada akhir tahun.

Biasanya penerapan ini menggunakan sistem akumulasi pada tahun berikutnya yang langsung diberikan kepada investor.

Sistem ini sering disebut dengan cumulative preference share. Selain itu, setiap pemilik saham juga akan menjadi prioritas utama terhadap setiap keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Bahkan pada nilai dividen yang diperoleh pemegang saham, akan jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis saham biasa.

Keunggulan lainnya yaitu perusahaan yang melakukan likuiditas akan memberikan uang hasil investasinya kepada pemegang saham preferen terlebih dahulu sebelum diberikan kepada pemilik saham biasa.

BACA JUGA : 4 Cara Cek Perusahaan yang Terdaftar di OJK Terlengkap!

Jenis-jenis Preferred Stock

Pada saham istimewa ini mempunyai lima jenis saham yang perlu untuk dipahami, antara lain yaitu.

Participating Preferred

Jenis yang pertama yaitu participating preferred. Pada pemegang saham jenis ini akan memperoleh dividen sebelum dibayarkan kepada pemegang saham biasa.

Jenis saham ini lebih mempunyai peminat yang tinggi karena jika suatu saat perusahaan tersebut terjadi likuidasi.

Maka kemungkinan besar pemegang saham akan mendapatkan dividen tambahan. Namun hal ini akan terjadi apabila pemegang saham telah mampu untuk melebihi kepemilikan jumlah setiap saham yang telah ditentukan.

Biasanya jenis saham ini dikeluarkan oleh sebuah perusahaan baru yang sedang membutuhkan uang tunai.

Sebagai bentuk strategi yang ada, jenis ini bisa dikeluarkan menjadi sebuah tanggapan atas tawaran dalam pengambilan perusahaan yang bermasalah.

Convertible Preferred

Jenis saham convertible preferred merupakan jenis yang mempunyai fitur konversi untuk menghitung nilai saham menjadi saham biasa pada sebuah perusahaan.

Tentunya hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pemegang saham.

Hal tersebut dikarenakan peluang yang diberikan untuk memperoleh keuntungan jauh lebih besar dari apresiasi harga saham yang biasa.

Namun, pada saat setelah melakukan konversi nilai saham menjadi saham biasa. Anda tidak bisa mengkonversikan ulang menjadi preferred stock.

Cumulative Preferred

Cumulative preferred merupakan jenis saham yang membayar dividen dengan cara regular. Biasanya pembayaran dividen ini dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Namun, apabila perusahaan tersebut tidak mampu untuk membayar atau mengalami keterlambatan dalam proses pembayaran.

Tentu hal tersebut membuat penumpukan jumlah dividen yang harus dibayarkan kepada pemegang saham. Akan tetapi tidak semua perusahaan menerapkan jenis saham ini.

Adjustable Rate Preferred

Proses pembayaran yang bisa dilakukan dalam jenis saham ini yaitu mempunyai variasi lebih banyak dibandingkan dengan jenis yang lainnya.

Misalnya dengan menggunakan tolak ukur yang telah ditentukan sepeti dengan menggunakan Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Akan tetapi pada jenis saham ini terdapat batas minimum dan maksimum.

Callable Preferred

Pada jenis saham yang ini terdapat julukan lain yang biasa dikenal oleh investor di pasar saham yaitu redeemable preferred.

Saham jenis ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan penarikan dana pada setiap tanggal-tanggal tertentu dengan harga tebusan tertentu yang diberikan di masa mendatang.

Biasanya harga tebusan ini bisa jadi mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga penerbitan aslinya. Pada proses pembayarannya ini berbentuk ekuitas.

Namun para penerbit bisa membeli kembali sebagai bentuk dari karakteristik utang. Pada dasarnya jenis saham ini lebih menguntungkan bagi emiten karena terdapat fitur call.

Karena pada pemegang preferred shares tidak mempunyai opsi lain untuk bisa menolak call tersebut.

BACA JUGA : 13 Perusahaan Sekuritas Terbaik 2021 di Indonesia Terdaftar OJK untuk Pemula

Contoh Saham Preferen

Terdapat beberapa contoh jenis saham preferen yang ada di Indonesia dan di luar negeri. Jika di luar negeri, jumlah saham ini diperdagangkan dengan jumlah yang jauh lebih banyak.

Misalnya pada Amerika Serikat, pada negara tersebut terdapat banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menerbitkan jenis saham ini.

Biasanya perusahaan tersebut khusus mengeluarkannya untuk memberikan dana terhadap proyek yang lebih internal.

Sedangkan di negara Indonesia sendiri, dari sekitar 600 saham yang telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, hanya ada tiga saham preferen.

Jumlah tersebut tentunya sangat sedikit jika dibandingkan dengan saham biasa yang banyak diperdagangkan di pasar saham. Oleh karena itu, tidak heran apabila investor lebih mengenal saham biasa.

Pada umumnya preferred stock ini bisa dikenali dengan adanya huruf P pada bagian belakang kode saham.

Misalnya pada PT Hanson International Tbk dengan kodenya MYRXP yang telah bergerak pada bidang real estate dan properti. Huruf P tersebut menandakan bahwa perusahaan ini menjalankan saham preferred stock.

BACA JUGA : 3 Cara Membeli Saham Telkomsel dan Minimal Pembeliannya

Saham Preferen Kumulatif

Saham preferen kumulatif merupakan jenis saham prioritas yang devidennya harus dibayarkan pada setiap tahun langsung kepada pemegang saham.

Namun, apabila di dalam satu tahun dividen tidak dapat membayarkan, di tahun-tahun berikutnya dividen harus melunasi utangnya terlebih dahulu sebelum mengadakan pembagian dividen untuk pemegang saham biasa.

Saham Preferen Non Kumulatif

Pada saham preferen non kumulatif ini berbeda dengan saham kumulatif. Di sisi lain jenis saham ini tidak mendapatkan hak istimewa yang ada di saham kumulatif.

Pada dasarnya non kumulatif sendiri menjelaskan bahwa jenis saham yang tidak perlu untuk membayar pemegang saham dividen yang masih belum dibayar.

Jika pada korporasi lebih memilih untuk tidak membayar pada tahun tertentu, maka investor akan kehilangan haknya untuk mengklaim dividen yang belum dibayarkan di masa mendatang.

Sebagai asumsinya yaitu jika pada saham PT XYZ yang telah beredar terdiri dari 10 ribu jenis saham preferen dengan jumlah nilai 100 ribu dan 10% maka total dividen tetap yang diperoleh yaitu sebesar 100 juta.

Hasil tersebut diperoleh dengan mengalikan seluruh jumlah nilai yaitu 10 ribu x 100 ribu x 10% yang memperoleh hasil akhir 100 juta.

Lalu, apabila saham biasa yang telah beredar di pasar saham yaitu  PT XYZ sebanyak 1 juta lembar dengan harga per lembar ditawarkan sebesar 10 ribu.

Maka di tahun 2020, direksi akan mengumumkan pembayaran dividen senilai 70 juta.

Sedangkan pada tahun berikutnya, direksi akan mengumumkan kembali pembayaran dividen tunai sebesar 300 juta.

Distribusi dividen yang diberikan pada tahun 2021 akan bergantung terhadap saham preferen yang telah beredar di pasar saham yaitu bersifat kumulatif atau non kumulatif.

Apabila menunjukkan jenis saham non kumulatif, maka para pemegang saham pada perusahaan tersebut tidak akan pernah bisa mendapatkan kekurangan pembayaran dividen ada tahun 2020 sebesar 30 juta.

Nilai 30 juta tersebut diperoleh dari 100 juta saham biasa yang beredar dikurangi dengan dividen yang harus dibayarkan di tahun 2020.

Namun jika saham tersebut bersifat kumulatif. Maka kekurangan pembayaran di tahun 2020 sebesar 30 juta tersebut akan dibayarkan terlebih dahulu sebelum dividen kedua saham dibayar pada tahun 2021.

Saham Treasuri dan Saham Preferen

Perbedaan saham treasuri dengan saham preferen merupakan sebuah karakteristik yang sangat berbeda.

Jika pada preffered stock merupakan bentuk perlakuan khusus di dalam sebuah perusahaan seperti dengan mendapat hak yang lebih besar.

Namun jika pada saham treasuri ini merupakan jenis saham yang dibeli lagi oleh perusahaan setelah melakukan penjualan terhadap pemegang saham.

Perbedaan tersebut umumnya dilakukan proses retirement terlebih dahulu, atau melakukan proses penarikan kembali terhadap saham perusahaan dari pasar bursa efek.

Karakteristik pada saham treasuri sendiri diantaranya yaitu bukan termasuk kedalam aset.

Selain itu jenis saham ini akan mengurangi jumlah modal, serta tidak adanya hak istimewa terhadap para pemegang saham.

Tujuan diadakannya pembelian kembali saham yang beredar ini diantaranya yaitu untuk menaikkan harga pasar saham, penjualan kembali saham kepada karyawan perusahaan.

Biasanya perusahaan juga mempunyai tujuan lain untuk menukarkan saham tersebut dengan surat-surat yang lebih berharga lainnya.

Di dalam pencatatan saham treasuri ini menggunakan metode cost. Pada proses transaksi tersebut juga terdiri atas beberapa tahap.

Tahap pertama yaitu dengan perolehan saham serta pada tahap yang kedua merupakan penjualan kembali saham treasuri.

Pada saat telah memperoleh kembali saham tersebut, maka akun saham akan didebit dengan nilai sebesar harga perolehan dan pada saat melakukan penjualan kembai dengan metode kredit dalam jumlah yang sama.

Jika pada saat saham treasuri diperoleh ketika waktu dan harga yang berbeda-beda.

Maka untuk menemukan harga perolehan saham yang dijual kembali dapat dilakukan dengan menggunakan jenis metode FIFO, identifikasi khusus, rata-rata dan masih banyak lagi.

Cara Menghitung Saham Preferen

Apabila pada saham preferen tidak mempunyai jatuh tempo yang pasti, maka Anda bisa menghitung sendiri dengan menggunakan rumus untuk menghitung biaya komponennya.

Biaya saham pilihan = dividen harga/harga yang disukai/1-flotasi yang disukai. Pada rumus tersebut dimana harga yang diinginkan merupakan nilai pasar saham saat ini.

Sedangkan biaya flotasi merupakan jumlah biaya pinjaman yang diperlukan untuk proses penerbitan dari saham preferen yang telah dinyatakan sebagai persentase.

Biasanya jumlah preferred stock akan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya hutang. Hal ini dikarenakan jumlah nilai hutang dipandang sebagai salah satu komponen biaya modal yang paling berisiko tinggi.

Jika terdapat sebuah perusahaan yang menggunakan preferred stock sebagai salah satu sumber pembiayaan.

Maka hal ini harus mencakup seluruh biaya preferred stock dengan menggunakan biaya rata-rata tertimbang menggunakan formula modal.

Perlu untuk diketahui, bahwa saham yang paling disukai ini merupakan jenis saham yang dipegang oleh perusahaan lain bukan perusahaan individu.

Apabila sebuah perusahaan menggunakan saham ini, maka dibolehkan untuk menyisihkan hingga 70% dividen disukai dari nilai pajak.

Biaya Tertimbang Modal

Biaya tertimbang modal ini adalah tingkat bunga rata-rata yang harus diberikan oleh perusahaan untuk membiayai aset yang dimilikinya.

Oleh karena itu, hal ini juga menjadi bentuk tingkat rata-rata pengembalian minimum yang akan diperoleh perusahaan atas kelancaran aset yang dimiliki.

Hal ini bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap pemegang saham atau pemilik saham, investor dan para kreditur.

Biaya tertimbang modal ini dilakukan dengan berdasarkan struktur modal perusahaan bisnis serta terdiri lebih dari satu sumber pembiayaan untuk menjalankan perusahaan tersebut.

Misalnya perusahaan bisa menggunakan pembayaran hutang serta pembiayaan ekuitas.

Biaya modal menjadi konsep yang sangat umum dan hanya membayarkan perusahaan hanya untuk biaya operasionalnya saja tanpa membiayai komposisi struktur modal pada perusahaan.

Biasanya perusahaan dengan skala bisnis kecil akan memilih untuk menggunakan pembiayaan hutang sebagai bentuk operasi.

Sedangkan pada startups kecil yang lainnya hanya menggunakan jenis pembiayaan ekuitas. Hal tersebut terutama pada jenis usaha yang didanai oleh investor ekuitas seperti halnya dengan pemodal ventura.

Namun, seiring dengan pertumbuhan perusahaan skala kecil, besar kemungkinan akan menggunakan kombinasi antara pembiayaan hutang dan juga ekuitas.

Kedua hal ini akan membentuk sebuah struktur permodalan pada perusahaan.

Hal tersebut akan berlangsung secara bersamaan dengan akun lain yang berada di sisi kanan neraca perusahaan seperti pada saham preferen.

Nah, itulah penjelasan secara rinci terkait dengan saham preferen. Mengetahui jenis saham yang ada di pasar modal memang sangat penting untuk diketahui para investor. Hal ini bertujuan untuk bisa mengembangkan pengetahuan akan jenis saham yang ada dan bisa lebih tepat dalam memilih jenis saham apa yang akan diinvestasikan.

Tinggalkan komentar